Daun-daun jambu air mulai mengering, berwarna coklat lalu jatuh ke tanah. Menutupi tanah kapur dan semut-semut kecil, mengotori halaman belakang. Engkau memandangnya sambil lalu, mencoba memahami bahwa hidup ini tak pernah keliru, menempatkan apa saja ditempatinya. Menghembuskan angin badai bukan sesukanya. Jadi pasti ada, ada sesuatu yang kelak sekali baru engkau tau. Hatimu keras lagi kaku, bukan terbentuk dari batu, tapi karena engkau telah disakiti berkali-kali, sehingga layaknya kulit kaki yang menebal. Sebenarnya sama lukanya tapi engkau tidak asing rasanya. Maka setiap luka itu adalah anugrah, yang menjadikannya mengerti bahwa melukai bukanlah tindakan sejati. Berdiri, engkau sekuat tardigrada yang mampu melewati ini. Hatimu akan terlahir kembali, hati yang jujur, kuat dan menerima. Hati paling indah yang pernah engkau punya, karena dengan begitulah aku tau engkaulah pemenangnya. Jangan kalah, engkau tidak salah. Tersenyumlah, buat hidupmu lebih berharga.. Daun-daun ker...