Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2014

Palung

Aku telah berada di bibir palung jauh ke dalam sana aku tak bisa melihat apa-apa, tak bisa membayangkan apa-apa dalamnya secara skala memang berangka, tapi waktu untuk sampai di dasarnya adalah sebuah relatifitas terlihat gelap, terlihat menegangkan sekaligus misterius yang kupunya hanyalah oksigen yang terlarut dalam larutan H2O dan NaCl penyelaman ini tidaklah mudah, tapi bukan tidak mungkin tangan-tangan yang saling berpegangan telah dilepaskan menukik kedepan untuk membelah arus tapi tangan ini tak pernah sendirian, karena tangan-tangan yang lain bergelayut di laut yang sama karena selalu ada ikan-ikan kecil warna-warni yang menyambut mengekor segala pergerakan, tujuan yang menjadi pelipur palung ini memang dalam tapi tangan kita telah erat menggenggam jadi apa lagi yang kau takutkan?

Waktu

Hey waktu, pinjamkan aku jam pasirmu agar aku bisa tau seperti apa akhirnya ini atau seperti apa seharusnya aku yang dulu..Apa yang telah kau lewati sama sekali tak bisa kuperbaiki dan aku selalu waswas dengan esok hari Duhai waktu, katanya engkau adalah obat segala pilu, maka sembuhkan aku dari batu itu batu yang terus menancap dikakiku, batu yang membuatku terjatuh, batu yang selalu membuatku terluka.. Wahai waktu, panggilkan cahaya dari mana saja agar aku bisa melihat, itu adalah sebuah batu atau jari kakiku yang patah karena rasanya sakit.. lidahku pahit.. Lalu waktu berlarian melewati pupilku yang kecil, mencekungkan lensa mata, menghalagi retina dan menggiringku ke titik buta...