Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2014

Hawa yang baru

Hey oksigen, sepertinya aku berada di luar angkasa aku sama sekali tidak merasakan keberadaanmu di alveolusku hemoglobinku sudah tidak terikat padamu sebentar lagi aku mungkin aku akan jatuh ke dalam lautan menghujam dalam hingga dasar palung tak lagi menghirupmu tapi menyerapmu ya, oksigen tak hanya dirimu selamat datang ikan pari, mari berenang bersama lumba-lumba menemukan hawa yang baru...

Ilalang ditepian

Ilalang ilalang berbunga seputih kapas berbahagia, tangkainya seumpama nyiur yang tertiup angin pantai. Daunnya adalah pita-pita alam, hijau, berbulu dan menjulang. Ilalang itu tumbuh dimana saja, ditanah yang kosong, di samping tempat sampah, ditepian jalan tol atau di tanah lapang yang luas. Dimanapun mereka menghabiskan hidupnya, mereka tetap berbahagia, mereka tetapsama. Ilalang ditanah lapang memiliki warna bunga yang sama dengan ilalang yang tumbuh di samping tempat sampah, memiliki daun yang sama hijaunya dengan ilalang yang tumbuh di tepian jalan tol. Mereka sama, mereka berbahagia.Tapi kita, kita akan lebih menikmati ilalang di tanah lapang, kita akan lebih syahdu memandang ilalang ditanah kosong dari pada ilalang di samping tempat sampah. Taukah kau kenapa?
Daun teh berwarna hijau tua berdesakan di ranting yang rimbun, berlatarkan biru langit dan putihnya awan. Hujan belum turun, tapi siang ini mendung sudah menggantung. Semakin kususuri jalan ini, semakin ku lupa jalan yang telah kulewati, tempat mana saja yang telah kusinggahi dan apa saja yang kutinggalkan dijalan seolah sudah tidak dibutuhkan lagi. Kulihat pohon-pohon berlari, aspal yang hitam seperti eskalator dan yang ku lihat hanyalah kemudi. Persinggahanmu telah kusinggahi, tapi ternyata tak kutemukan apa-apa disana selain manisnya teh hijau. Mari kuberi tau sesuatu, akan kubisikan ke telingamu, dengarkan...

Ikan Pari

Bulir-bulir air telah membasahi tanah, merekatkan debu pada batu berlumut Bunga-bunga kamboja berserakan ditepian tanjakan, tertiup angin Musim baru telah dimulai, gersangnya hari seolah tak pernah terasa Dan satu jalan telah ditentukan, mengulur masa ke suatu pulau Ditunggu ikan-ikan pari coklat, lumba-lumba, sampan kayu dan atap seng Semuanya akan terbawa kesana, bersama badai... Semuanya kecuali hati, dia masih bersembunyi di dasar danau, bercanda dengan akar kelipuk. Dia terlalu syahdu menikmati hujan, berpayung sendiri bersama kesunyian, menikmati alam Maka akan kubiarkan dia menjelajah, karena tempat kembalinya adalah rumah... lalu apa lagi yang kau risaukan??