Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2018

Bokeh

Terlahir dengan lensa mata yang tak mau berakomodasi sesukanya membuat saya melewatkan hal-hal kecil sejak masa kecil. Seperti bagaimana bentuk mata anda, seberapa lentik bulu mata anda atau berapa jerawat yang anda punya, apa warna kuku anda, bahkan noda di baju anda. Saya tidak akan ingat semua itu dari siapapun. Tidak akan. Sebaliknya saya tidak akan mudah lupa dengan hal-hal yang tak membutuhkan mata, seperti suara anda, cara anda menghadapi masalah, sikap anda, apa saja yang keluar dari mulut anda, hal-hal macam itu yang bisa anda tanyakan pada saya. Saya akan mengingat -sangat ingat- setiap suku katanya. Dan jika anda merasa saya sedang lupa mungkin saya hanya pura-pura lupa. Bulan lalu saya baru menyadari satu hal pada mata saya yaitu bokeh. Ya benar, bokeh. Jika suatu objek (dalam kasus saya yang paling dekat) akan terlihat jelas dan lainnya buram nahhhhhh seperti itulah mata saya bekerja, persis. Saya rasa, itu tidak buruk juga, teknologi lensa mata saya sudah mampu mengeli...

Tanggal Tujuh Belas

Pada tanggal ini suara-suara bising menyerbu jadi satu, memekakkan hatiku. Derap langkah orang tak dikenal menghantuiku, membuatku was-was dan cemas. Di peraduanku, tak ada lagi bekas cat biru, mengering di ujung-ujung kuas. Mimpiku seperti sebuah perjalanan, yang membuat tidurku kelelahan. Rutinitasku adalah kebosanan dan menjadi sama adalah ketakutan. Bayangan pohon dikala senja menari-nari, menjadikan segala penatku tak berarti. Atau sesungguhnya arti itu sendiri adalah kekalutan yang tidak bisa terdefinisikan dengan benar. Gedung, pohon jati, tebu dan sawah-sawah membentang, semuanya seperti punya kehidupannya sendiri. Lalu aku? Ya, aku punya. Dan akan sangat sempurna suatu hari nanti. Rajutanku masih satu warna, dan terus akan ku ulang sampai ada warna kedua, ketiga, keempat dan kelima. Motifnya masih rahasia. Kidung-kidung petang mulai berdatangan, melarutkan mentari pada satu sisi. Selamat datang kembali wahai pemimpi :)