Ditanganku, ada sebuku rindu untukmu. Mengusik malam yang sunyi dan meriuhkan kerisauan. Engkau yang ada di situ, lampu-lampu jalan telah menang mengalahkan bintang-bintang, menjadikan bulan bersinar merah sendirian. Adakah kau menyadarinya? Untukmu yang ada di situ, rinduku ini entah dari mana, tiba-tiba saja merasukiku. Membuat hariku yang cerah menjadi kelabu. Membuat hariku yang hambar menjadi kepahitan. Telah lama waktu berlalu, hampir habis masa menunggu tapi tak sedikit pun ku lihat dirimu. Untukmu yang ada di situ, adakah kau merindukanku? Dan tak tau mengapa, aku tak pandai menuliskan rindu padamu.