Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2017
Kau berpagar terali besi tinggi berjajar menghujam tanah yang ditumpuki batu gunung mengaburkan pintu yang selalu terkunci.  Engkau, sang mulia yang berjubah satin, mendiami kastil megah dan terjaga. Gerbangnya dari pohon eek berusia ratusan tahun, diganjal besi besi hitam yang kokoh. Sedang pintumu berukir sempurna itu terkunci. Jendelamu berteralis rapat. Apakah engkau tak merasa dipenjara?  Jangan tuan, ku mohon jangan jawab ini dengan anggukan. Di luar sini jauh lebih mengerikan, banyak penyamun amatir yang tak berotak. Engkau bisa langsung tertusuk hanya karena mendelik. Tetaplah disana, tempat paling aman yang pernah ku percaya. Aku hanya iseng bertanya, berharap engkau murka lalu mengurungku disana. Tidurlah yang nyeyak di bantal bulu angsa, tanpa tempias air hujan di ujung kakimu.

Kamu

Bayangan lampu terpantul semu di aspal yang basah oleh hujan tadi sore, sinarnya sendu seperti mendung di atasmu. Jalanan ini tak pernah sepi, berlalu lalang kendaraaan, tak sedikit yang memacunya kencang-kencang, entah apa yang ingin dikejarnya, mungkin waktu, mungkin kamu. Dikemacetan pun ada kamu, di lampu merah, di pos polisi, juga di sebelah alfamart. Wajahmu ada di baliho, namamu tertulis pada pamflet warna kuning dan merah muda yang kotor terlindas roda,  kamu ada dimana-mana, disana disini disitu... tapi tidak di hatiku.