Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

Palung

Aku telah berada di bibir palung jauh ke dalam sana aku tak bisa melihat apa-apa, tak bisa membayangkan apa-apa dalamnya secara skala memang berangka, tapi waktu untuk sampai di dasarnya adalah sebuah relatifitas terlihat gelap, terlihat menegangkan sekaligus misterius yang kupunya hanyalah oksigen yang terlarut dalam larutan H2O dan NaCl penyelaman ini tidaklah mudah, tapi bukan tidak mungkin tangan-tangan yang saling berpegangan telah dilepaskan menukik kedepan untuk membelah arus tapi tangan ini tak pernah sendirian, karena tangan-tangan yang lain bergelayut di laut yang sama karena selalu ada ikan-ikan kecil warna-warni yang menyambut mengekor segala pergerakan, tujuan yang menjadi pelipur palung ini memang dalam tapi tangan kita telah erat menggenggam jadi apa lagi yang kau takutkan?

Waktu

Hey waktu, pinjamkan aku jam pasirmu agar aku bisa tau seperti apa akhirnya ini atau seperti apa seharusnya aku yang dulu..Apa yang telah kau lewati sama sekali tak bisa kuperbaiki dan aku selalu waswas dengan esok hari Duhai waktu, katanya engkau adalah obat segala pilu, maka sembuhkan aku dari batu itu batu yang terus menancap dikakiku, batu yang membuatku terjatuh, batu yang selalu membuatku terluka.. Wahai waktu, panggilkan cahaya dari mana saja agar aku bisa melihat, itu adalah sebuah batu atau jari kakiku yang patah karena rasanya sakit.. lidahku pahit.. Lalu waktu berlarian melewati pupilku yang kecil, mencekungkan lensa mata, menghalagi retina dan menggiringku ke titik buta...

Hawa yang baru

Hey oksigen, sepertinya aku berada di luar angkasa aku sama sekali tidak merasakan keberadaanmu di alveolusku hemoglobinku sudah tidak terikat padamu sebentar lagi aku mungkin aku akan jatuh ke dalam lautan menghujam dalam hingga dasar palung tak lagi menghirupmu tapi menyerapmu ya, oksigen tak hanya dirimu selamat datang ikan pari, mari berenang bersama lumba-lumba menemukan hawa yang baru...

Ilalang ditepian

Ilalang ilalang berbunga seputih kapas berbahagia, tangkainya seumpama nyiur yang tertiup angin pantai. Daunnya adalah pita-pita alam, hijau, berbulu dan menjulang. Ilalang itu tumbuh dimana saja, ditanah yang kosong, di samping tempat sampah, ditepian jalan tol atau di tanah lapang yang luas. Dimanapun mereka menghabiskan hidupnya, mereka tetap berbahagia, mereka tetapsama. Ilalang ditanah lapang memiliki warna bunga yang sama dengan ilalang yang tumbuh di samping tempat sampah, memiliki daun yang sama hijaunya dengan ilalang yang tumbuh di tepian jalan tol. Mereka sama, mereka berbahagia.Tapi kita, kita akan lebih menikmati ilalang di tanah lapang, kita akan lebih syahdu memandang ilalang ditanah kosong dari pada ilalang di samping tempat sampah. Taukah kau kenapa?
Daun teh berwarna hijau tua berdesakan di ranting yang rimbun, berlatarkan biru langit dan putihnya awan. Hujan belum turun, tapi siang ini mendung sudah menggantung. Semakin kususuri jalan ini, semakin ku lupa jalan yang telah kulewati, tempat mana saja yang telah kusinggahi dan apa saja yang kutinggalkan dijalan seolah sudah tidak dibutuhkan lagi. Kulihat pohon-pohon berlari, aspal yang hitam seperti eskalator dan yang ku lihat hanyalah kemudi. Persinggahanmu telah kusinggahi, tapi ternyata tak kutemukan apa-apa disana selain manisnya teh hijau. Mari kuberi tau sesuatu, akan kubisikan ke telingamu, dengarkan...

Ikan Pari

Bulir-bulir air telah membasahi tanah, merekatkan debu pada batu berlumut Bunga-bunga kamboja berserakan ditepian tanjakan, tertiup angin Musim baru telah dimulai, gersangnya hari seolah tak pernah terasa Dan satu jalan telah ditentukan, mengulur masa ke suatu pulau Ditunggu ikan-ikan pari coklat, lumba-lumba, sampan kayu dan atap seng Semuanya akan terbawa kesana, bersama badai... Semuanya kecuali hati, dia masih bersembunyi di dasar danau, bercanda dengan akar kelipuk. Dia terlalu syahdu menikmati hujan, berpayung sendiri bersama kesunyian, menikmati alam Maka akan kubiarkan dia menjelajah, karena tempat kembalinya adalah rumah... lalu apa lagi yang kau risaukan??

Flamboyan

Perjalanan ini dimulai saat bunga-bunga flamboyan bermekaran, memperlihatkan rantingnya yang kering dan polong-polong hitam panjang berserakan di tepi jalan. Musim hujan belum datang memang, air akan berebut masuk tanah saat mahkota-mahkota merah menyala itu melapisi rumput kering, seumpama permadani alam yang indah tersulam. Cerita ini telah diplot jauh-jauh hari, bulan bahkan terbilang tahun. Alurnya memang belum jelas, tapi temanya telah lama dituliskan, diucapkan dan sekarang diwujudkan. Kisah ini baru memasuki prolog dan aku pun tak tau bagaimana epilognya. Mahkota, kelopak dan tangkainya gugur, digantikan pucuk-pucuk hijau flamboyan. Daunnya yang kecil akan melebar lalu berwarna hijau tua, kuning dan gugur kembali. Buga flamboyan kuncup dan bermekaran menggantinya, begitu terus berulang. Maka hidup adalah siklus yang tak terputus. Tak perlu ada tangis di setiap musim gugur, tak perlu menyembunyikan senyuman di saat musim semi datang. Ikutilah harmoni alam, berusahalah menjad...

Happy Setahun

Yeaayyyyy, blog ketigaku genap setahun, sebenernya tanggal 2 kemarin sih, tapi gapapalah ya telat dikit. Okeeh lagi diburu waktu nih, mungkin segini aja tulisanku, uhuhuhu gak penting amat. See you next time gaes!! Oh ya, akhirnyaa I got the ticket!!!!! _ifyouknoewhatimean_ yeah, I am 23 for a moment, time to buy and time to loose myself. Welcome world, ready to the next journey, ulalalalllaaaa..
muak dengan setiap puisi kata-kata indah yang dipaksakan haruskah aku berteriak kepada setiap orang bahwa hidupku ini tidak seperti yang kalian pikirkan jangan pernah menyimpulkan sesuatu tentang diriku jika tidak, kau kecewa, kau terluka, lalu apakah aku yang melukaimu? iya? berpikirlah dewasa berpikirlah yang seharusnya tidak semua keinginan bisa diwujudkan, tapi semua keinginan harus diperjuangkan seberapa keras usaha, sebesar itulah yang didapatkan hmm, puisi ini memuakkan

Tardigrada

Jika aku adalah tardigrada maka aku tak akan terlalu membutuhkanmu hey oksigen.. Jika dunia ini harus hancur ataupun terkontaminasi radiasi nuklir aku akan tetap bertahan Jika kau membuangku ke luar angkasa atau memenjarakanku di bulan aku masih bisa melanjutkan kehidupan Terdengar seperti siluman, jika dulu aku adalah api yang membakar maka sekarang aku adalah tardigrada gendut, berlipat, jelek, coklat, kecil, tak terlihat, diabaikan tapi yang harus kau tau, kemampuan adaptasiku tak terkalahkan didepanmu aku akan menjadi tardigrada, itu lebih aman meski sebenarnya aku tetaplah api yang dengan senang hati membakar kenangan mungkin nanti akan seperti siluman kembali, membutuhkanmu lagi, mencarimu lagi karena sejatinya aku bukan mahluk anaerob ah ya, tetap saja bukan kamu oksigen itu berlimpah selama aku masih menanam pohon-pohon berdaun hijau hey oksigen, aku tardigrada.. senang berkenalan denganmu

Oksigen

Hey oksigen, apakah itu kau? yang masuk ke dalam paru-paruku mengalir bersama darahku menembus mitokondriaku dan menghasilkan energi bagi tubuhku? Oh oksigen, jangan kau berikatan dengan si karbon di dalamku aku bisa keracunan napasku pasti sesak Ah ya aku lupa, kau tak punya telinga, bagaimana mungkin bisa mendengarku? atau aku saja yang belum melihatnya aku pun tak pernah mendengar suaramu apalagi melihat wujudmu lalu bagaimana mungkin aku bisa sangat membutuhkanmu? Sebentar, aku akan menyelami lautan sebentar napasku mungkin akan ku tahan dan mungkin aku tak akan menghirupmu belasan atau puluhan detik tunggulah sejenak sampai aku kembali ke permukaan karena hal pertama yang aku lakukan nantinya adalah mencarimu...

Api ini

Api ini, masih menjadi diriku baranya berwarna merah jingga tergores sedikit oksigen saja nyalanya akan menghanguskan bumi asapnya merasuk sampai ke mata karbon dioksidanya bagai menghujam dada jelaganya tertinggal di hati jika aku adalah api dan akan terus menjadi api meninggalkan luka bakar yang tak pernah hilang memiliki abu yang selalu kelabu api ini, hanya bisa dikendalikan oksigen bukan air, tanah atau udara ...

Tanah

Bisakah kau mengerti kenapa matahari itu harus tenggelam? Bisakah kau terima jika setiap hidup akan dihampiri kematian? Bisakah kau pahami bahwa pertemuan selalu bertemu perpisahan? Kau tidak harus mengerti Kau hanya harus menerima Kau juga tak perlu memahaminya Jangan terlalu pada sesuatu Hidup ini memiliki 360 derajat banyaknya Pernahkah kau membanyangkan rasanya menjadi tanah? diinjak-injak milyaran manusia diludahi jutaan di antaranya dibom ratusan tentara apa pun tanah tetap menjadi tanah kadang permukaannya bergejolak tapi tanah tetap menjadi tanah gaya gravitasinya tak hilang lalu haruskah engkau menjadi tanah? tidak, kau tidak akan pernah bisa terimalah, bahwa engkau hanyalah segumpal tanah andai kau mengerti dan memahami
Suatu sore aku berpikir alangkah bahagianya memiliki hidup yang sederhana, hidup damai dengan orang-orang yang dicinta, seadanya tapi bahagia. Tidak perlu memiliki mimpi tinggi-tinggi, mati-matian kesana kesini mengejarnya, melalaikan yang ada di depan mata, jauh dari orang yang dicinta. Ada yang bilang, hidup tanpa mimpi seperti tanpa tujuan, tapi bukankah hidup sederhana itu juga sebuah impian? Kebanyakan, orang-orang yang kita cinta atau bahkan kita sendiri menganggap itu bukan sebuah mimpi, sama sekali bukan. Tak apa, hiduplah sederhana, dekat dengan orang-orang yang dicinta lewat doa, seadanya tapi bahagia. Tak selamanya dekat itu berarti harus bersama dalam satu tempat, karena sungguh dunia luar sedang menunggu untuk ditaklukkan. Bagiku mimpi adalah suatu keharusan, meski mimpi itu tak pasti lalu apa bedanya dengan dunia ini? Berikan segala yang kita punya, maka kita akan mendapatkan segala yang kita butuhkan. Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan di satu tempat. Bangunla...

Je suis celibataire

 I feel emm, it's not true if I call it nothing, okey we call it 'normal' or whatever, I hope you understand what I mean. Yeah, I am waiting for saturday, how a long, long, long week. You know, I really wanna end this month soon. Last week I bought a Catrine Carpenter's book, let's check what I have learn Bonjour massieurs-dames, vous parlez francais?  je m'apelle delonix regia, et vous? aaa, je suis celibataire :) haduh tiba-tiba lapar, au revoir...

perasaan itu

perasaan itu tidak pernah amnesia meski terbentur berkali-kali, berdarah-darah hingga pasi perasaan itu seperti gudang menyimpang barang-barang usang yang seharusnya sudah dibuang perasaan yang sama bisa muncul berkali-kali meski sudah dikunci rapat didalam laci maka biarkan perasaanmu berkembang merekah indah, tinggal menunggu waktunya gugur dan mengering lalu mati diterpa musim akan tiba lagi sang musim semi yang menumbuhkan kuncup-kuncup baru berembun maka yang lalu pasti berlalu walau tak bisa dilupa, namun tak perlu dirindu kau hanya membutuhkan waktu dan sesuatu yang baru...

perasaan

perasaan itu kadang seperti toserba kadang punya pisau yang mengiris-ngiris kadang punya batu yang sangat keras kadang punya es krim yang bisa meleleh kadang punya kertas yang berwarna biru kadang punya bunga yang semerbak harumnya yang jelas perasaan itu seperti laut dalamnya tidak ada yang bisa mengira keindahan karangnya tidak ada yang bisa menyangka keganasan ikannya tidak ada yang mengetahuinya menebak perasaan seseorang adalah hipotesa paling absurd sedunia tidak bisa diuji dengan anava satu arah maupun dua arah hasilnya tidak terduga, bahkan dengan menanyakannya karena perasaan lebih rumit dari rumus aerodinamika tak sedikit pemiliknya sendiri susah mengartikannya lalu bagaimana bisa kamu membaca perasaan seseorang? jika kamu memang yakin, pastilah kamu orang yang hebat hebat dalam hal meyakinkan diri sendiri mungkin, mungkin hanya perasaanku saja

matahari

ketahuilah, matahari tak pernah sengaja memanggang gurun, batu dan daun menguapkan air, asa dan nyawa menghangatkan salju menumbuhkan semangat, pucuk dan bunga semua disinari matahari yang sama matahari dirindu matahari dicaci matahari diacuhkan matahari tak pernah menangis bukan terlalu takut jika air matanya akan memadamkan pijarnya bukan.. tapi, matahari hanyalah patuh matahari tak pernah mengeluh meski seluruh dunia membencinya karena dunia tak pernah menjanjikan apa-apa begitu pun sang mentari

Happy Fasting Month

Happy Ramadhan, yap awal bulan ini umat muslim menjalankan ibadah puasa, keep fight guys. Ceritanya bulan puasa kali ini dilewati di tiga kota (insyaAllah), puasa pertama diawali di Gresik. Saya menjalani tarawih pertama di sebuh desa yang agak pinggir, lumayanlah ya dari kota. Di satu desa ini ada sebuah masjid yang menjadi pusat ibadah penduduk seluruh desa jadi ya yang shalat tarawih banyak banged. Berdasarkan tips saya berangkat saat qiro'ah -qiro'ah itu saat masjid memperdengarkan orang membaca Al Qur'an, biasanya sih kaset, sebelum adzan dikumandangkan-, keadaan masjid masih sepi, yah mungkin gak sampek sepuluh sehingga leluasa memilih tempat. Dalam hati saya sempet mearsa nyesel gitu, wah kayaknya aku berangkat terlalu cepat ini . Tapi begitu adzan sudah berkumandang, belum selese muadzin itu sudah penuh sesak sampek keteras-terasnya.  Oh, pilihan tepat berangkat lebih awal . Dihari-hari berikutnya malah waktu masih Gusduran (istilah saat masjid masih melantunkan ...

dia

dia memakai gaun hitam yang indah sepatu berhak lima belas senti berhias kristal-kristal swarovski kutek berwarna salem dengan lukisan bunga ceri menjalar seperti mahendi berlian berpotongan oval dihiasi batu-batu ametis kecil melingkar di jari manis tiara mungil memuncaki cahaya malam siapakah dia? dia menganggap dirinya adalah seorang putri yang dipandang seluruh isi dunia tapi alasannya hanya satu lelaki jangkung bertuxedo Givenchy dia belum menyadari bahwa hidup bukan sekedar malam ini bahagia bukan karena kau ratu pesta bersusah payah menjaga setiap cela dia memakai kaus oblong hitam yang kusam sendal hijau tua yang sudah aus tepiannya kuku pucat pendek tak berkutek jari-jari kasar tak bercincin bandana plastik tanpa hiasan siapakah dia? dia menganggap aku adalah aku yang tak perlu diketahui siapa pun yang tak butuh sebuah alasan begini sudah terasa nyaman dia menikmati malam ini bahagia itu sederhana apa adanya menampilkan diri terkadang

cerita fiksi

ku susun bata ini meninggi warnanya merah dan tak wangi ku bangun pondasi dari serpihan kayu yang tercecer saat kenyataan memukulku ku poles halus dengan pasir kali atapnya daun rumbia kering lantainya tanah lalu angin, banjir dan abu vulkanik merobohkannya meratakannya seperti aku tak pernah membangunnya ternyata yang ku butuhkan bukan sebuah rumah hanya tempat singgah yang bisa dipindah-pindah yang paling ku rindu adalah orang yang merindu ku tapi, rindu itu fiksi meski begitu aku suka sekali cerita fiksi

sebuah pertunjukkan

jika kau lihat bintang itu bersinar, padahal dia hanya sebongkah batu kusam yang mengitari orbitnya jika kau sangka laut itu sejernih kaca, padahal dia hanya kumpulan air-air sungai yang kotor dan keruh jika kau kira kupu-kupu bersayap indah nan megah, padahal dia hanya seekor ulat bulu yang memangsa dedaunan lalu kenapa mereka bersinar? lalu kenapa mereka berwarna biru? lalu kenapa mereka mempesona? tapi kamu bukan bintang, laut atau pun kupu-kupu meski hampir semua menganggapmu begitu kamu bukan spesies pertama yang kutemu setiap lembar buku usang dicetak ulang pada kertas-kertas baru yang berbau tokoh-tokoh lama hanya diganti nama memainkan lakon-lakon yang sama namun meskipun aku sudah mengerti alurnya aku tetap tidak tau bagaimana akhirnya ini seperti pertunjukkan tinggal menunggu waktu untuk bertepuk tangan

Hi blog, are you okay?

Hi blog, long time not see. I think you okay cause I am okay. You know, I don't forget you, its nothing to write because I feel nothing. Beautiful poem only can created if you feel something in your heart, love, hurt, angry, disappointed, frustated or whatever that it make your heart alive. But I feel nothing, do you think that I have an illness? in my heart? or in my brain? oke, its funny. I can call it better but its nevermind, right?

Hi blog

Hi blog, how are you? Are you oke? Yap, malam ini still useless, I feel that, no worry. I hate this rule, bad. I must remember if I had a glass so I just have one glass of water, no more may be less than that. It means aku hanya butuh segelas and that its enough for me. One else had a big dipper because he need more water than me. Do you understand what I mean? Yeah, of course I really understand, but do you truly accept it? Can you say, yes I do? I must run from this situation, far far away. But still don't have the ticket. Euhh.

Ini sangat sulit

Kadang aku menyembunyikan keinginanku yang sebenarnya, berusaha mengelak sebisa mungkin, takut membuat orang terluka, atau takut semuanya berantakan, tapi aku tidak bisa hidup dalam kepura-puraan. Aku bisa berpikir, aku memiliki logika, kata 'harus' menjadi kaku bagiku. Apakah aku harus bertanya dengan jujur? Atau aku harus terus mengelak dan membiarkan orang lain berasumsi tentangku, atau bagaimana? Jika aku bertanya mungkin bagi mereka ini adalah pertanyaan konyol, sangat konyol setelah bertahun-tahun aku menjalaninya. Mungkin mereka akan menganggap aku hanya main-main saja selama ini, tidak sungguh-sungguh, munafik dan sebagainya. Tapi.. hey, yang menilai diriku bukan orang lain, semua yang kusembunyikan dan ku utarakan akan kupertanggujng jawabkan, tapi bukan pada mereka. Aku hanya takut salah jalan, salah mengambil keputusan, atau lebih ekstrim orang akan menggapapku sesat, maksudku -orang yang seperti itu. Mengapa harus ada orang seperti ini dan orang seperti itu? Apak...

Insomnia bikin tepok jidat

Insomnia lagi bree, padahal kepalaku ini pusing seperti teriak-teriak minta tidur, tapi apa mau dikata setiap bebaring dikasur aku sama sekali gak bisa tidur, selalu terjaga!! Hal itu malah membuatku gila, jadinya aku semakin gak jelas. Menguap berkali-kali tapi tetap otak ini masih terjaga benar. Gak kuat mikir, gak kuat nulis, gak ada buku yang bisa dibaca, tapi gak bisa tidur, itu rasanya menyebalkan banget. Hedehh insomnia *tepok jidat.

Bisa Gila

Ditemani lagu Ugly dari 2NE1 dilanjut Jojo-nya Shinee rasanya kok jadi pengen nulis. Tapi nulis apa yaa.. hemm.. Setelah baca 1,5 komik -1,5 komik soalnya yang terakhir gak sampai habis udah komik- hangover - dan sekilas baca sinopsisnya The Undomestic Goddness lumayan lah, kayaknya semacam teenlit gitu, tapi terjemahan eh kok ada labelnya 'being single and happy' jadi ngakak. Oh ya jadi ceritanya hari ini mau benerin charger laptop yang mati, matinya sih pas listrik kostan 'njeglek', youknowla. Rencananya sendiri trus berubah pikiran jadi ngajak temen, janjian, mau berangkat tak sms gak dibalas2 coy, ya udah berangkat sendiri aja jadinya, ababil gitu. (Tiba-tiba gak merasa cocok nulis kayak begini). Jam 11 siang melintasi jalanan arteri kota pahlawan, panas! Dengan beban lepi 14", charger, tupperware, dll kudaki lantai demi lantai BgJunction menuju puncak gemilang cahaya meraih cita untuk lepi tersayang. Alhamdulillah, sampai. Hmm, denger lagunya Kotak-...

Mari Berpesta

Dari pada boneka sebesar badanmu lebih baik berikan aku satu set peralatan lukis, atau cat nya saja deh, emm kanvas doang boleh kok karena aku suka melukis. Aku sangat suka melukis namamu di hatiku, melukis senja yang berwarna-warni dan melukis ilalang yang terus tegak menghadap mentari. Melukis itu seperti menciptakan duniamu, tentu kau pasti akan menyayangi segala karyamu, karena itu adalah jerih payahmu, seperti aku juga aku sangat suka melihat hasil lukisanku. Campuran warnanya dan temanya membuatku terlalu kagum pada diri sendiri. Sombong, haha. Mencampurkan warna, memilih warna apa dalam melukis seperti menata mimpi. Ramuan dan pilihan yang tetap akan menghasilkan lukisan yang bukan cuma indah tapi juga menyentuh hati. Tatanan yang kau bangun sekarang adalah pondasi mimpimu dimasa depan. Aku sangat suka bermimpi, ini, itu, banyak sekali. Tak pernah ada batas maksimum dalam bermimpi pun berimajinasi. Bisakah kau bayangkan, saat ini kau sedang melihat lukisan sebuah danau di k...

Say No to Golput

Apa sih yang ada dipikiran orang yang golput saat pemilihan presiden? Kecuali memang lagi berhalangan banget, eh nyantai-nyantai golput itu lho gak ngerti aku sama jalan pikiran mereka. Kenapa disini yang dibahas pemilihan presiden karena presiden adalah kandidat kuat yang bakalan di'cacati' orang dari pada caleg, lurah, menteri atau walikota. Kalau lurah sih paling yang nyacati orang-orang cangkrukan di warung, ibu-ibu yang suka nggosip, levelnya sih masih desa. Yang lain? Jarang banget dah. Tapi kalau presiden? Huuuuuhhhh kebanyakan pasti pernah nyacat. Kembali ke topik awal, orang-orang golput ini alasan klasiknya sih gak ada yang pas di hati, calon-calon gak ada yang bener makanya mereka pada gak mau milih. Lah, kalau orang se-Indonesia pikirannya kayak mereka mau jadi apa tata kepemerintahan negara ini? Presiden kosong, gak ada yang milih. Trus mau jadi apa negara ini? Trus pemuli lagi? Duit lagi, duit negara loh itu, duit kita juga. Trus golput lagi-pemilu lagi-golput la...

After 'Just One Hour'

Kan, belum tidur kan? Habis liat film nih, sedih nih. Apa judulnya? Film jadul sih, judulnya 'Satu jam saja'. Kenapa kok sedih? Pasti pemerannya mati ya? Iya sih mati, tapi bukan perkara matinya. Lalu? Dari dulu nih ya, kalo ada yang tanya kamu milih sama orang yang mencintaimu tapi kamu gak mencintainya atau sama orang yang kamu cintai tapi dia gak mencintaimu, maka aku memilih yang kedua. Hubungannya sama film? Setelah liat tuh film, aku berubah pikiran, jadi aku memilih pernyataan yang pertama. Jadi lebih milih ada orang yang mencintai kamu meskipun kamu gak cinta gitu sama dia? Yah kan suruh milih cuma 2 itu, kalo bisa sih saling cinta aja biar gak ribet, ahahahaha. Alay banget, udah gak penting tuh, tidur sana! Ini kepala pusing tau??! Iye, iye. Bon amie :)

Hujan ini

Hujan menderu-deru menghujam kalbu menusuk jantungku dengan keliru kini tak pernah ada tersisa luka karena ingatan sudah terhapus bersama rasa terima masih, malam ini masih hitam masih, malam ini masih hujan hanya itu, sudah tak ada yang tersisa lupa memang tak bisa selamanya, namun rasa telah lama meregang nyawa hujan ini, adalah hujan terakhir dari mataku hujan ini menari-nari di atas masa lalu

Belasan kali dalam sehari

Kenapa aku terus menulis? Kenapa matahari masih sudi bersinar? Kenapa hujan tak segan jatuh ke tanah? Karena setiap ucap bisa salah. Karena kepatuhan melebihi keegoisan. Karena memberi tak kenal kata mati. Setiap cahaya yang kau pantulkan akan kembali padamu, setiap senyum yang kau ulum akan mencerahkan hatimu dan setiap panah yang kau lepaskan akan menancap juga di jantungmu. Alur ini seperti sungai di pegunungan nun jauh, arusnya mengalir deras, jernih dan menyejukkan. Meski terhantam batu berkali-kali, melewati pusaran yang bertubi-tubi airnya tetaplah jernih dan menyejukkan. Kita tak pernah tau kapan aliran itu berubah menjadi hijau lalu coklat susu, kita tak pernah menyadari kapan batu-batu itu tak terlihat lagi diganti kelipuk, kita juga tak harus mengerti saat arus hilang sama sekali. Andai akhir dari alur ini adalah laut, yang meskipun air berwarna coklat, lumpur, cadmium, timbal terus menerus mengalirinya air laut masih tetap biru. Tak seorang pun bisa menjamin. Jik...

Suatu masa di sudut ganglia

Suatu masa di sudut ganglia. Kok jam segini belum tidur? Iya, gak bisa tidur nih. Gak bisa tidur apa gak mau tidur? Haha, tau aja. Emangnya kenapa? Gak tau, males aja. Kamu tau kan itu gak baik buat kesehatan? Taulah, trus gimana lagi. Eh tapi aku tidur cukup kok. Kamu jadi kelelawar? Yah gitu deh, kelelawar diantara manusia 'normal'. Kamu gak nyuci baju? Itu pertanyaan apaan.. Habis aku bingung mau nanya apa. Em, kita diskusi aja. Eh kamu serius jam segini masih nyanggong depan laptop, gak takut gitu orang-orang pada mikir aneh-aneh? So what?? Itu pikiran mereka, bukan pikiran gue. Pikiran mereka gak akan ngebunuh kita, santai sob. Tapi kan pikiran mempengaruhi perasaan, perasaan mempengaruhi sikap! Jadi maksudmu sikap mereka jadi 'beda' gitu? whateverlah ya, sikap mereka mau gimana ya urusan mereka. Silahkan bersikap semaumu asal gak ganggu aku aja. Ayolah, ngapain mikirin orang lain yang cuma mikir jelek tentang kita?! Aku cuma pingin k...

Suatu masa di sudut hatinya

Baiklah, bisa kita mulai lagi? Oke, eh sebentar, aku boleh bertanya sesuatu? Apa? Kenapa kau terus bertanya padaku? Jadi kau tak mengerti kenapa aku terus bertanya padamu? Belum, coba jelaskan. Aku terus bertanya agar kau tidak gila, paham? Maksudnya? Ingat, kau tak pernah bercerita kepada siapapun tentang hatimu. Kalau aku tidak bertanya kau mungkin akan bicara sendiri dan menjadi gila. Harusnya kau berterima kasih kepadaku! Oke, terima kasih. Bagaimana harimu hari ini? Standart. Apakah kau bertemu dengan cintamu? Cinta apa? Aku ini hatimu, bukan otakmu! Ya, lalu? Berbicalah dari hati ke hati, kita tidak sedang wawancara kerja!  Aku tak pernah melakukannya. Yang mana? Dua-duanya. Bagaimana perasaanmu sekarang? Gak oke. Sudahlah, aku muak dengan pertanyaan-pertanyaanmu. Tau tidak, masih banyak masalah yang harus kuhadapi, yang jauh lebih penting dari masalah hati. Percakapan ini tak berguna. Suatu saat nanti kau akan mencariku. Oke, bisa kau pergi sekar...

Suatu masa disudut hati

Suatu masa disudut hati. Siapakah orang yang paling kamu cintai? Diriku sendiri, tapi tetap saja aku tak pernah bisa terlalu mencintai sesuatu, belum pernah, bahkan untuk diriku sendiri. Orang tua? Ya, tentu saja mereka adalah segalanya, lebih dari sekedar cinta. Buktinya? Mau bukti apa? Sudah kubilang mereka segalanya, lebih dari sekedar cinta. Bahkan sesungguhnya cinta itu tak pernah bisa dibuktikan dengan jelas, parameternya tidak pernah akurat, lalu bukti apalagi yang kau minta? Bisa kita anggap ini retoris? Bukankah tidak ada orang di atas bumi ini yang tak pernah jatuh cinta? Ya, kau benar. Termasuk dirimu? Termasuk diriku. Seperti apa cintamu itu? Bisa kita ganti pertanyaan lain yang lebih berbobot? Jadi pertanyaan barusan kurang berbobot? Ya. Bisa kau beri contoh satu pertanyaan yang berbobot? Kenapa pada monokotil keberadaan sitokinin diabaikan pada pembentukan kalus? Ini bukan sidang skripsi, oke? Oke, tapi pertanyaan tadi tak pernah muncul pada ...

Bintang-bintang terdiam

Malam ini agaknya sedikit mendung, di balik kelabunya malam bintang mengutuk awan. "Oh, sudah panas-panas aku menanti, sudah seharian aku terpanggang matahari, tapi saat petang datang mendung menggantung menyelubungi pantulan cahayaku yang indah." "Wahai mendung-mendung hitam, bergeserlah sedikit, engkau menutupi kami, menutupi kerlip kecil cahaya kami dari pandangan orang-orang di bumi?" Mendung hitam diam sejenak, lalu menjawab, "Sudah berapa ribu hari yang kalian lewati dengan memandang bumi, apakah kalian tak jemu?" "Bagaimana mungkin kami jemu, jika selalu ada pengagum dalam setiap malam berbintang?" "Bukankah itu terjadi sudah dulu sekali? Apakah kau tak melihat kerlap-kerlip warna-warni lebih semarak menghias bumi? Mereka menyebutnya lampu, lampu taman, lampu jalan, lampu pusat perbelanjaan, lampu apartemen, lampu disko. Mereka memiliki segala jenis lampu yang memancarkan segala jenis cahaya, mereka tak perlu lagi memanda...

Nyanyian Sang Flamboyan

Hujan itu, tidak turun satu-satu ke hatimu Ia tumpah dari langit menghantam tanah, membentuk kubangan yang bisu Airnya membasahi kelopak-kelopak bunga flamboyan Meski berhari-hari, berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan air itu membasuhnya Tak sedikitpun warna merah luntur dari kelopak indahnya Tidak, sang flamboyan tak pernah gusar Karena dia tau bukan air hujan yang akan merusak kelopaknya, sama sekali bukan Sang flamboyan hanya menunggu waktu, waktu saat dia gugur kepastian yang tidak bisa ditawar, sepertinya hatimu juga begitu Hujan masih membasahi malam, menyamarkan purnama yang bundar dengarlah, sekali ini dengarkanlah nyanyian sang flamboyan kelopaknya yang merah jatuh ke kubangan yang bisu merangkaikan syair yang menyayat kalbu, bisakah kau merasakannya? bisa?

Tell Me

When the night is burning, where did you go to find a dark? when every morning the sun shining so strong to your heart, and the night never be a dark again, are you have a dream again? You are the dark and I am the fire, reality is the sun, so tell me, how can I see you if I burn your night? Can the fire touch the dark or erase it? Can we meet in the day? Let's make it simple, when will I see you again? even if the sun shine, the night is gone and the fire is burning? please tell me.. #written with poor english grammar XD

Sang Bumi

Mendung gelap bergelayut manja dilangit meneriaki bumi yang meranggas, Hei bumi, bersiaplah aku akan menumpahkan apa yang harus aku tumpahkan. Wahai mendung yang menghias langit tidakkah kau lihat apa yang ada di atasku, bunga-bunga layu, daun-daun mengering, hewan-hewan menderita dan manusia-manusia dengan wajah lusuhnya terus menerus menggerogotiku. Jika engkau menumpahkan apa yang harus kau tumpahkan maka bunga, daun dan hewan akan sangat bergembira bukan hanya mereka kembali hidup tapi juga karena melihat manusia-manusia itu tenggelam. Meski itu pantas untuk mereka wahai mendung yang gelap tapi aku sungguh tak tega. Lalu apa yang kau inginkan hei bumi yang bimbang? Tumpahkan barang sedikit saja karunia yang diberikan padamu, tak perlu berlebih wahai mendung yang bijak. Hei bumi, tidakkah kau tau segala sesuatu telah memiliki ukurannya, kecuali manusia-manusia lusuhmu itu yang tak pernah mengenal batas-batas alam. Haruskah menyalahi aturan alam untuk mereka? Tidakkah itu ...

Bertemu Kawan Kawan

Sore hari ini (atau kemarin karena nulisnya udah tegah malam) saya menembus macet dari pom bensin ngagel sampek wonokromo, entah berapa lampu merah yang sudah berganti tapi tetap saja masih kejebak macet. Hal tersebut untuk satu tujuan, bertemu kawan-kawan. Bukan hanya tentang siapa kawan saya tapi tentang apa yang saya dapat dari mereka, itu point pentingnya. Saya datang memang telat banget, karena saya lupa dan akhirnya melakukan kegiatan lain, untung saja masih kekejar untuk bertemu. Selalu ada hal menarik yang dapat disimak dari pertemuan kami, seringnya saya datang dengan membawa pertanyaan-pertanyaan yang tidak saya temukan jawabannya tapi justru kawan saya tersebut menjawabnya dengan istilahnya biasa, anehnya saya langsung setuju dan kalau dipikir-pikir memang benar. Ternyata juga ada kejutan yang menanti, ada kawan lain yang bergabung dan saya sudah mengenalnya karena memang satu kelas. Ehmm, saya akui saya berbeda dalam suatu hal -yang tidak saya sebutkan- saat saya bersa...

Mungkin Bisa Saja Terjadi

Jejak-jejak langkahmu tertinggal di lumpur yang coklat pagi ini, menuntunku selalu, selalu selangkah mendekatimu. Jejakmu menyusuri tepian padang ilalang berwarna merah marun, menghindari bunga-bunga vernonia ungu kecil di tepian jalan. Aku terus menyusuri langkahmu, tapi semakin jauh aku melangkah semakin banyak yang ku temukan seperti ternyata malam datang bukan saat bintang telah benderang di langit, ternyata setitik embun bukanlah air mata alam yang menangisi kepergian malam dan ternyata aku tak lagi menyusuri jejakmu. Ternyata aku sudah tak peduli lagi apakah aku selangkah mendekatimu atau menjauhimu. Aku berjalan mengikuti hembusan angin, mengikuti arah terbangnya nektar-nektar bunga agave. Entah, entahlah jika ternyata kita menempuh jalan yang sama, menuju tempat yang tiada berbeda. Seikat krisan putih yang kau bawa bisa saja layu di tengah jalan, bisa saja kau membuangnya menggantinya dengan bunga mawar yang merah merona. Bisa saja, mungkin. Mungkin aku tak lagi mengha...

H-1

Hmmmm semoga ini segera berakhir, hari-hari mendekati sidang skripsi bikin deg-deg an, bukane belajar atau bikin ppt aku malah emm gimana ya kayak doing nothing, males buanget padahal pas revisi duku getolnyee baca buku-buku malah bahasa inggrisan tak libas, eh sekarang kendor.. H-1 huh??

Tak Usah Bersedih (Edisi gak nyambung)

Payung yang kau bentangkan telah berubah warna menjadi kelabu, langit yang dulu cerah juga membisu Tak apa, jika air matamu sudah mengalir membasahi pipimu jika tikaman kenyataan terlalu dalam menembus hatimu Maka biarkan air asin itu mengering dan biarkan luka itu meski membekas selamanya karena masih banyak hal yang bisa kau tangisi dari pada masalah hati ada hal yang tak bisa kau pilih dalam hidup ini,  ada beberapa hal yang jika kau memilihnya maka kau harus memperjuangkannya hingga darah keluar dari kulitmu, hatimu bahkan jantungmu, dan banyak sekali hal yang bisa kau pilih tanpa harus berusaha terlalu keras maka yang kau butuhkan hanyalah keberanian ini masalah hidupmu bukan tentang pandangan orang cobalah untuk menentukan dengan segala nikmat dan resikonya dunia akhirat