Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2015

Atau

aku telah mendaki pegunungan menyelami lautan membelah angkasa tapi masih ada daratan sana yang ingin kususuri tanganku masih ingin terentang menggapai udara bukan digenggam bukan kau genggam karena aku masih ingin bebas berlarian menemu segala yang kurindu diamlah dan bertahan atau pergilah dan lupakan karena tak ada yang bisa kujanjikan karena dunia ini penuh dengan kejutan... karena hatiku bukan diurutan terdepan..
Genderang perang terlanjur ditabuh anak panah telah dilepaskan panji-panji telah dibentangkan maka waktu yang akan membuktikkan siapa yang akhirnya bertepuk tangan aku sudah bilang setiap luka yang ditorehkan tak akan pernah melemahkanku itu akan membuatku semakin kuat bukan berarti luka itu tak terasa sakit, luka itu rasanya sama tapi hatiku lebih tahan dari baja jangan kira aku akan menyerah karena aku tak kan kalah..

mengejar senja

jalanan ini berkerikil tajam, menghujam rapat ke kulit memejamkan mata, berhibernsi menunggu waktu berlalu tapi aku lupa jika tak ada musim dingin disini mau tak mau mataku harus terjaga kakiku harus melangkah menanggalkan sepatu, merasakan mineral alam yang memadat menciptakan guratan ungu sepanjang tangan mengusap lebam menegakkan punggung bertahan dalam kebosanan memekik dalam diam tertawa dalam kesunyian melewati setapak berkerikil tajam, menuju padang ilalang... melukis bunga-bunga coklatnya yang tak wangi meraba keindahan yang belum terlihat berteman dedaunan kasar terus terjaga, mengejar senja yang tak pernah lama.. menikmati dunia dari jendela yang berbeda mencari bahagia dari sisi gulita, hei, ini dunia aku yang punya tak usah risau, lakukan apa yang ingin dilakukan karena kita ini manusia..

Dua belas purnama

Senja ini aku menikmati pelangi, ditemani tetes kecil air yang turun dari langit Ditonton rumput-rumput liar yang basah Dan deru senja yang tentram Andai kau disampingku, tapi memang engkau tak disampingku Menikmati sore yang teduh ini bersama Bercerita hari yang telah dilewati, merencanakan esok hari nanti Hari-hari yang harus dijalani, hari-hari perjuangan yang telah dimimpi Menahan setiap luka, menggengam setiap perih Menekan suara, melukis wajah dengan senyuman sepanjang waktu Andai kau disampingku, tapi memang engkau tak disampingku Engkau akan bekata bahwa ketabahan adalah kunci dari segala rasa Yang harus kulewati di dua belas purnama Agar aku mengerti, agar aku menghayati, agar aku memahami Inilah yang ku mimpi, maka kau akan bercerita Menceritakan hal-hal yang membuat kita tertawa Tertawa dipundakmu, bersandar di bahumu Senja ini lamat-lamat pergi ke barat Menyisakan semilir angin yang dingin Meninggalkanku menatap langit, seorang diri.....