Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2014

dia

dia memakai gaun hitam yang indah sepatu berhak lima belas senti berhias kristal-kristal swarovski kutek berwarna salem dengan lukisan bunga ceri menjalar seperti mahendi berlian berpotongan oval dihiasi batu-batu ametis kecil melingkar di jari manis tiara mungil memuncaki cahaya malam siapakah dia? dia menganggap dirinya adalah seorang putri yang dipandang seluruh isi dunia tapi alasannya hanya satu lelaki jangkung bertuxedo Givenchy dia belum menyadari bahwa hidup bukan sekedar malam ini bahagia bukan karena kau ratu pesta bersusah payah menjaga setiap cela dia memakai kaus oblong hitam yang kusam sendal hijau tua yang sudah aus tepiannya kuku pucat pendek tak berkutek jari-jari kasar tak bercincin bandana plastik tanpa hiasan siapakah dia? dia menganggap aku adalah aku yang tak perlu diketahui siapa pun yang tak butuh sebuah alasan begini sudah terasa nyaman dia menikmati malam ini bahagia itu sederhana apa adanya menampilkan diri terkadang

cerita fiksi

ku susun bata ini meninggi warnanya merah dan tak wangi ku bangun pondasi dari serpihan kayu yang tercecer saat kenyataan memukulku ku poles halus dengan pasir kali atapnya daun rumbia kering lantainya tanah lalu angin, banjir dan abu vulkanik merobohkannya meratakannya seperti aku tak pernah membangunnya ternyata yang ku butuhkan bukan sebuah rumah hanya tempat singgah yang bisa dipindah-pindah yang paling ku rindu adalah orang yang merindu ku tapi, rindu itu fiksi meski begitu aku suka sekali cerita fiksi