Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2018

Kahat

Warnanya pudar Walau semua sinar terus berpendar Tegaknya gusar Karena akar-akar tak lagi gahar Nyawanya samar Seperti jawaban yang tak lagi benar Selain merapal doa Apalagi yang ku punya Sampah-sampah plastik pun tak ada Bunga matahari merah tinggi menjulang Menangkis panas dari siang ke siang Mengalihkanku dari kenyataan yang belang Padamu saja sore ini kutunggu Biar bintang-bintang malam tak ada yang tau Sambil ku rangkaikan buket zinnia ungu agar kau senang dan jatuh cinta padaku tanah yang gersang menghilangkan jejakmu meski di tengah padang ku letih menunggu hingga kahat rindu melandaku puisi ini adalah salah satu seni berdamai dengan hati karena gelas-gelas baru sayang untuk dibeli dan teriakan merupakan tabu hingga saat ini

Malam lalu

Bulan yang kokoh tadi malam menyelinapkan bayanganmu dalam bunga tidur menebar senyummu seperti biji dandelion kering yang diterpa angin senja indah dan nyaman meski alur ceritanya bukan picisan kenangannya adalah romansa yang legit dan pahit kebosanan waktu yang membuat kita terjaga memakai peran sehari-hari sedang hati masih bermimpi di berkas sinar mentari yang menembus kaca ingatan padamu selalu berkata 'ayo kita lari dari masing-masing asumsi dan berkelana seperti jiwa bebas lumba-lumba' semaraknya hilang dalam sekejap seperti tisu melap debu tapi jika pena adalah suara maka bisikkan padaku siapakah mimpimu malam lalu dan tutup rapat-rapat jendelamu agar tak ada serangga yang menggangu

Rudita

Merebahkan diri sama seperti saat kita patah hati ditengah malam yang linangan air matanya diwarnai bias rembulan Kemudian kantuk dan sesak membuat tubuh cepat terlelap Mimpinya hitam kelam sedang esok tak kunjung datang Hari ini pun kosong Melewati putaran waktu dengan lubang yang teramat dalam Separuhnya hilang Membiarkan angin meniupnya Bunyinya nyaring Darah-darahnya tak terlihat Lalu dengan sepatah kata, tangisnya tak bersuara Menjerit-jerit di kepalanya sendiri Besok lusa Jika mata masih kita punya Terpejamlah Baru kita berbicara Tentang khayalan panjang Dan melewati satu sama lain