Kemarin malam aku bermimpi naik kereta, jauh sekali perjalanan yang ku tempuh. Aku melewati gunung, sawah, hutan, pasar dan jalanan yang lengang. Mungkin saja aku melewati rumahmu, tapi sayangnya mimpiku bukan tetang dirimu jadi tak apa aku melewatkan bagian itu. Di dalam kereta tak banyak penumpang yang saling berbicara, aku bahkan tak bisa melihat dengan jelas wajah mereka, sepertinya bukan karena aku tak pakai kacamata - aku tidur memang tidak pakai kacamata jadi mungkin sekali pas bermimpi kacamataku tak terbawa-, tapi karena memang mimpi itu bukan tentang mereka. Aku berjalan menyusuri gerbong dari gerbong depan ke gerbong belakang. Rasanya semua yang kulihat menjadi abu-abu. Tak ada pemandangan dijendela, hanya gelap gulita dengan semburat putih yang ikut berlarian. Beberapa kursi yang ku lewati tampak kosong. Rasanya aku juga tak mendengar apa-apa. Bukankah suara kereta api akan terasa semakin keras saat malam hari? Ah, tapi aku tidak yakin latar waktu mimpiku, entah memang ma...