Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2015

Kupu-kupu bersedih

Seperti seekor kupu-kupu yang terbang hingga ke atas dahan, dia melihat sarang burung yang penuh dengan telur burung parkit. Di bawah naungan pohon meliuk-liuk seekor ular coklat yang sedang mencari mangsa. Perlahan ular tersebut merambat naik ke atas, seolah mengetahui adanya telur-telur lezat yang terkumpul dalam sebuah sarang, telur yang jika menetas nantinya akan menjadi penerus baru, para penjelajah angkasa, penghias langit, pembawa asa dari spesies. Ular itu tinggal sedepa lagi, sang kupu-kupu berteriak meminta tolong, dia memohon kepada dedaunan, batang pohon jambu, angin yang sedang bertiup, manusia yang lalu lalang, tapi mereka semua tidak mendengar. Tapi mereka semua pura-pura tidak mendengar. Tapi meskipun mereka mendengar bagi mereka tidak ada yang bisa mereka lakukan karena begitulah peraturan alam. Kupu-kupu tersebut juga tidak bisa melakukan apapun, selain meratap sedih, merapal do'a dalam hati melihat satu demi satu telur itu dimangsa ular, membayangkan satu demi s...

Negeri Mimpi

Aku terdampar di negeri mimpi, dengan sejuta bintang yang menghiasi langitnya, dengan rembulan bulat penuh yang berwarna merah bata, dikelilingi kurcaci-kurcaci lusuh. Airnya berwarna coklat keruh, dinaungi ratusan pohon kelapa. Disana akan kau temui puluhan spesies burung berbagai warna, suaranya sahut-menyahut saat senja tiba. Negeri itu memiliki sebuah laut yang tenang, dengan pinggiran berwarna hitam dan tosca di tengahnya. Akan kau temui juga ikan-ikan beraneka ragam. Dari yang berwarana hitam, merah muda, kuning, coklat hingga putih berenang-renang di bawah sampan kayu, bersembunyi dibalik tiang dermaga, terapung pasrah dimainkan ombak atau tersangkut mata kail. Keindahan negeri ini seperti mimpi, tapi tahukah kamu? Mimpi tetaplah sebuah mimpi. Indahnya sebuah mimpi tak akan pernah menghapus kenyataan. Mungkin ibarat wonderland aku sedang tersesat di kerajaan ratu merah, bukan berarti tidak baik, tapi petualangan dan kenyataan hiduplah yang menjadi daya tariknya, yang terkadan...

Mari

Sebuah jalan yang tak pernah kau bayangkan ujungnya, atau mungkin jalan itu tak pernah berujung, namun jalan itu seringkali bercabang, membuatmu termenung sesaat untuk memutuskan kemana kakimu akan melangkah. Percayalah, apapun pilihanmu tak pernah ada kesalahan dalam pilihan, pun jika kau menganggap itu adalah sebuah kekeliruan selalu ada cara untuk memperbaikinya, membuatnya lebih indah dari harapan semula, mencoba melihat dari sudut langit yang berbeda. Terkadang malah apa yang kau harapankan tidak sesuai dengan apa yang ada dalam bayanganmu, tapi dirimu tak perlu muram, karena hidup ini seperti kata orang adalah sebuah roda yang kadang tertindas atau melindas, seperti satu hari, dimana ada malam yang gelap dan siang yang benderang, bukankah itu yang malahan yang membuatnya seimbang?   Pergi mengawali hari tanpa ekspetasi, mari :)