Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2018

Sudah saatnya

Mungkin sudah saatnya musim hujan melanda gang-gang kecil Membuat basah kusen-kusen jendela Membiakkan nyamuk-nyamuk hitam Mungkin sudah saatnya sedikit air bah melanda jalan-jalan raya Memperlambat laju motor dan mobil Menggenang tepi-tepi aspal Mungkin sudah saatnya penantian ini diganti sebuah perjalanan Mencari sebelah rembulan Mengakhiri sabit di malam-malam Mungkin sudah saatnya masa depan adalah masa sekarang Dan hari ini adalah hari-hari depan Tapi sungguh sayang,  Aku masih ingin merasakan petualangan Petualang yang akan ramai Yang bukan hanya aku dan tulisanku Menyusuri hutan-hutan tak dikenal Pulau-pulau yang terpetakan Gedung-gedung berwarna merah dan kuning gading Serta pohon-pohon sakura di Nagoya Sore ini bawalah jaketmu Lalu berdoalah Kemudian temui aku Hujan itu Tempat kenangan berlarian Juga masa depan yang terbuka lebar

Di matamu

Di matamu Aku adalah kemarau yang tak berujung Yang membuat matamu kebas memanas Membebani bulu matamu dengan debu-debu halus Di matamu Aku adalah matahari di tengah hari Yang membuatmu menutup mata Dan menghindar di bawah naungan gedung-gedung Di matamu Aku adalah gumpalan awan pada malam hari Yang menghalangimu memandang bintang Mengharuskanmu melewatkan petang dalam kegelapan Di matamu Aku adalah baling-baling kipas angin Yang tak pernah kau hirau berapa jumlahnya Berputar tanpa lelah untuk menggerakkan udara Di matamu Jauh di dalam pupil matamu Bayangan diriku tak pernah terbalik sempurna Karena aku Selalu dan akan selalu Berdiri disni Di titik buta Titik buta matamu