Ada yang pernah bilang bahwa Tuhan tak pernah salah mempertemukan kita dengan seseorang. Entah kesakitan atau kebahagian yang dibawa dan terbawa saat perkenalan maupun perpisahan. Perpisahan? Sesungguhnya tak pernah ada perpisahan untuk sesuatu yang pernah singgah dihidup kita selama kita masih bernapas. Mungkin terlupakan atau memang tidak diperkenankan oleh waktu. Bisa saja, esok hari atau beberapa tahun lagi akan bertemu kembali, menghidupkan kenangan lama yang mulai membusuk dipojokan memori.
Tidak ada yang bisa menyakiti hati kita selain kita sendiri.
Pertemuan yang dulu akan terganti dengan pertemuan yang baru, begitu seterusnya. Pilihanlah yang menjadikan kita memilih pertemuan lama dengan kejutan-kejutan baru setiap harinya. Akan terus berlanjut jika kita kuat menghadapi segala kebosanan, pertikaian, dan godaan pertemuan baru.
Lalu berapa banyak pertemuan yang singgah di hatimu? Sudahkah kau ingin berlabuh pada satu dermaga? Atau masihkah dirimu menanti pertemuan yang lainnya?
Pertemuan itu kekasihku, adalah hal yang paling ku tunggu, tapi bukan berarti diriku akan berlari merengkuhmu. Ada pagar pagar yang berjajar tinggi, yang membuat pertemuan kita hanya bisa terjadi jika pintu gerbangnya terbuka. Bukannya aku tak cinta, karena bukan cinta yang menjadi dasar semua pertemuan ataupun pilihan, tapi kebenaran sayangku.
Pertemuan adalah sebuah pemberian, akan seperti apa pemberian itu tergantung dari cara kita menyikapinya. Asalkan engkau tak terkecoh wahai pembawa janji, karena tak pernah ada kebahagiaan sejati dibalik terali.
Comments
Post a Comment