ku susun bata ini meninggi
warnanya merah dan tak wangi
ku bangun pondasi dari serpihan kayu yang tercecer saat kenyataan memukulku
ku poles halus dengan pasir kali
atapnya daun rumbia kering
lantainya tanah
lalu angin, banjir dan abu vulkanik merobohkannya
meratakannya seperti aku tak pernah membangunnya
ternyata yang ku butuhkan bukan sebuah rumah
hanya tempat singgah yang bisa dipindah-pindah
yang paling ku rindu adalah orang yang merindu ku
tapi, rindu itu fiksi
meski begitu aku suka sekali cerita fiksi
warnanya merah dan tak wangi
ku bangun pondasi dari serpihan kayu yang tercecer saat kenyataan memukulku
ku poles halus dengan pasir kali
atapnya daun rumbia kering
lantainya tanah
lalu angin, banjir dan abu vulkanik merobohkannya
meratakannya seperti aku tak pernah membangunnya
ternyata yang ku butuhkan bukan sebuah rumah
hanya tempat singgah yang bisa dipindah-pindah
yang paling ku rindu adalah orang yang merindu ku
tapi, rindu itu fiksi
meski begitu aku suka sekali cerita fiksi
Comments
Post a Comment