Suatu sore aku berpikir alangkah bahagianya memiliki hidup yang sederhana, hidup damai dengan orang-orang yang dicinta, seadanya tapi bahagia. Tidak perlu memiliki mimpi tinggi-tinggi, mati-matian kesana kesini mengejarnya, melalaikan yang ada di depan mata, jauh dari orang yang dicinta. Ada yang bilang, hidup tanpa mimpi seperti tanpa tujuan, tapi bukankah hidup sederhana itu juga sebuah impian?
Kebanyakan, orang-orang yang kita cinta atau bahkan kita sendiri menganggap itu bukan sebuah mimpi, sama sekali bukan.
Tak apa, hiduplah sederhana, dekat dengan orang-orang yang dicinta lewat doa, seadanya tapi bahagia. Tak selamanya dekat itu berarti harus bersama dalam satu tempat, karena sungguh dunia luar sedang menunggu untuk ditaklukkan. Bagiku mimpi adalah suatu keharusan, meski mimpi itu tak pasti lalu apa bedanya dengan dunia ini? Berikan segala yang kita punya, maka kita akan mendapatkan segala yang kita butuhkan.
Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan di satu tempat. Bangunlah, kejar mimpimu, kamu memilki semua senjata yang kamu butuhkan, sekarang bertempurlah!!!
Pergilah untuk kembali...
Kebanyakan, orang-orang yang kita cinta atau bahkan kita sendiri menganggap itu bukan sebuah mimpi, sama sekali bukan.
Tak apa, hiduplah sederhana, dekat dengan orang-orang yang dicinta lewat doa, seadanya tapi bahagia. Tak selamanya dekat itu berarti harus bersama dalam satu tempat, karena sungguh dunia luar sedang menunggu untuk ditaklukkan. Bagiku mimpi adalah suatu keharusan, meski mimpi itu tak pasti lalu apa bedanya dengan dunia ini? Berikan segala yang kita punya, maka kita akan mendapatkan segala yang kita butuhkan.
Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan di satu tempat. Bangunlah, kejar mimpimu, kamu memilki semua senjata yang kamu butuhkan, sekarang bertempurlah!!!
Pergilah untuk kembali...
Comments
Post a Comment