Perjalanan ini dimulai saat bunga-bunga flamboyan bermekaran, memperlihatkan rantingnya yang kering dan polong-polong hitam panjang berserakan di tepi jalan. Musim hujan belum datang memang, air akan berebut masuk tanah saat mahkota-mahkota merah menyala itu melapisi rumput kering, seumpama permadani alam yang indah tersulam.
Cerita ini telah diplot jauh-jauh hari, bulan bahkan terbilang tahun. Alurnya memang belum jelas, tapi temanya telah lama dituliskan, diucapkan dan sekarang diwujudkan. Kisah ini baru memasuki prolog dan aku pun tak tau bagaimana epilognya.
Mahkota, kelopak dan tangkainya gugur, digantikan pucuk-pucuk hijau flamboyan. Daunnya yang kecil akan melebar lalu berwarna hijau tua, kuning dan gugur kembali. Buga flamboyan kuncup dan bermekaran menggantinya, begitu terus berulang. Maka hidup adalah siklus yang tak terputus. Tak perlu ada tangis di setiap musim gugur, tak perlu menyembunyikan senyuman di saat musim semi datang. Ikutilah harmoni alam, berusahalah menjadi pucuk terbaik, bunga tertegar dan polong yang iklhas.
Musim hujan akan datang sayang, siapkan payungmu, mari berjalan melewati senja bergerimis tipis. Momen ini terlalu romantis untuk tidak dinikmati. Keluarlah meskipun sendiri, meskipun diluar terlihat sunyi, dengarkan baik-baik senja ini, matahari sedang bernyanyi menyambut malam yang akan mengganti.
Comments
Post a Comment