Daun teh berwarna hijau tua berdesakan di ranting yang rimbun, berlatarkan biru langit dan putihnya awan. Hujan belum turun, tapi siang ini mendung sudah menggantung. Semakin kususuri jalan ini, semakin ku lupa jalan yang telah kulewati, tempat mana saja yang telah kusinggahi dan apa saja yang kutinggalkan dijalan seolah sudah tidak dibutuhkan lagi. Kulihat pohon-pohon berlari, aspal yang hitam seperti eskalator dan yang ku lihat hanyalah kemudi. Persinggahanmu telah kusinggahi, tapi ternyata tak kutemukan apa-apa disana selain manisnya teh hijau.
Mari kuberi tau sesuatu, akan kubisikan ke telingamu, dengarkan...
Mari kuberi tau sesuatu, akan kubisikan ke telingamu, dengarkan...
Comments
Post a Comment