Hey waktu, pinjamkan aku jam pasirmu agar aku bisa tau seperti apa akhirnya ini atau seperti apa seharusnya aku yang dulu..Apa yang telah kau lewati sama sekali tak bisa kuperbaiki dan aku selalu waswas dengan esok hari
Duhai waktu, katanya engkau adalah obat segala pilu, maka sembuhkan aku dari batu itu
batu yang terus menancap dikakiku, batu yang membuatku terjatuh, batu yang selalu membuatku terluka..
Wahai waktu, panggilkan cahaya dari mana saja
agar aku bisa melihat, itu adalah sebuah batu atau jari kakiku yang patah
karena rasanya sakit..
lidahku pahit..
Lalu waktu berlarian melewati pupilku yang kecil, mencekungkan lensa mata, menghalagi retina dan menggiringku ke titik buta...
Duhai waktu, katanya engkau adalah obat segala pilu, maka sembuhkan aku dari batu itu
batu yang terus menancap dikakiku, batu yang membuatku terjatuh, batu yang selalu membuatku terluka..
Wahai waktu, panggilkan cahaya dari mana saja
agar aku bisa melihat, itu adalah sebuah batu atau jari kakiku yang patah
karena rasanya sakit..
lidahku pahit..
Lalu waktu berlarian melewati pupilku yang kecil, mencekungkan lensa mata, menghalagi retina dan menggiringku ke titik buta...
Comments
Post a Comment