jalanan ini berkerikil tajam, menghujam rapat ke kulit
memejamkan mata, berhibernsi menunggu waktu berlalu
tapi aku lupa jika tak ada musim dingin disini
mau tak mau mataku harus terjaga
kakiku harus melangkah
menanggalkan sepatu, merasakan mineral alam yang memadat
menciptakan guratan ungu sepanjang tangan
mengusap lebam
menegakkan punggung
bertahan dalam kebosanan
memekik dalam diam
tertawa dalam kesunyian
melewati setapak berkerikil tajam, menuju padang ilalang...
melukis bunga-bunga coklatnya yang tak wangi
meraba keindahan yang belum terlihat
berteman dedaunan kasar
terus terjaga, mengejar senja yang tak pernah lama..
menikmati dunia dari jendela yang berbeda
mencari bahagia dari sisi gulita,
hei, ini dunia aku yang punya
tak usah risau, lakukan apa yang ingin dilakukan
karena kita ini manusia..
memejamkan mata, berhibernsi menunggu waktu berlalu
tapi aku lupa jika tak ada musim dingin disini
mau tak mau mataku harus terjaga
kakiku harus melangkah
menanggalkan sepatu, merasakan mineral alam yang memadat
menciptakan guratan ungu sepanjang tangan
mengusap lebam
menegakkan punggung
bertahan dalam kebosanan
memekik dalam diam
tertawa dalam kesunyian
melewati setapak berkerikil tajam, menuju padang ilalang...
melukis bunga-bunga coklatnya yang tak wangi
meraba keindahan yang belum terlihat
berteman dedaunan kasar
terus terjaga, mengejar senja yang tak pernah lama..
menikmati dunia dari jendela yang berbeda
mencari bahagia dari sisi gulita,
hei, ini dunia aku yang punya
tak usah risau, lakukan apa yang ingin dilakukan
karena kita ini manusia..
Comments
Post a Comment