Senja ini aku menikmati pelangi, ditemani tetes
kecil air yang turun dari langit
Ditonton rumput-rumput liar yang basah
Dan deru senja yang tentram
Andai kau disampingku, tapi memang engkau tak
disampingku
Menikmati sore yang teduh ini bersama
Bercerita hari yang telah dilewati, merencanakan
esok hari nanti
Hari-hari yang harus dijalani, hari-hari perjuangan
yang telah dimimpi
Menahan setiap luka, menggengam setiap perih
Menekan suara, melukis wajah dengan senyuman
sepanjang waktu
Andai kau disampingku, tapi memang engkau tak
disampingku
Engkau akan bekata bahwa ketabahan adalah kunci dari
segala rasa
Yang harus kulewati di dua belas purnama
Agar aku mengerti, agar aku menghayati, agar aku
memahami
Inilah yang ku mimpi, maka kau akan bercerita
Menceritakan hal-hal yang membuat kita tertawa
Tertawa dipundakmu, bersandar di bahumu
Senja ini lamat-lamat pergi ke barat
Menyisakan semilir angin yang dingin
Meninggalkanku menatap langit, seorang diri...
Membangunkanku
Menyeretku ke dunia nyata, hingga dua belas
purnama...
Comments
Post a Comment