Pagi ini sudah terlalu siang untuk berjalan. Panasnya mulai naik menggelak, menerbangkan burung-burung kecil ke sela-sela daun jambu air. Kau masih terpekur disudut kamar, memandangi layar beradiasi, menerawang jauh melewati lautan berombak. Hatimu bimbang, karena hatimu sedang berkembang. Pikiranmu hanya bisa menerka, entah ini imajinasi atau harapan, lalu kau sadar bahwa kita memiliki batasan. Batasan itu seperti sebilah pedang, yang bisa kau gunakan untuk memotong jarak yang membentang atau memotong perasaan. Maka dirimu masih terdiam, terengah-engah memutuskan untuk apa pedang itu kau gunakan. Jarak itu masih menunggu, perasaan itu belum membeku. Pelan-pelan tolong kau pahami, bagaimana rasa hatimu yang sejati. Karena jauh disini, sesungguhnya sebuah buku telah terbuka, menunggu sebuah tangan untuk menuliskan cerita.
Burung-burung kecil keluar dari tempat berteduhnya, melintasi langit biru cerah, tak berawan.
Comments
Post a Comment