Aku telah mengejarmu seperti api
Membabi buta membakar daun-daun yang bersemi
Bahkan jejakmu pun tak ku temui, meski telah ku telusuri tempatmu berdiri
Engkau terus menyayat-nyayat hati ini
Membiarkan aku bergumam, membelai layang-layang yang tak pernah terbang
Mengitari matahari dengan perlahan
Melukaiku dengan tajamnya ilalang
Syahdu bersyair, bahwa hidup ini harus berakhir
Oksigen yang murni, berhembuslah kau di hati ini
Lewatlah disetiap ruas nadi, merasuk ke dalam inti
Rubahlah semua senyawa ini
Agar aku tau bagaimana hasilnya
Agar aku mau menerima partikelnya
Tapi jangan pernah menyalahkanku
Jika dirimu habis terbakar olehku
Dan malam pun kian menikam
Membabi buta membakar daun-daun yang bersemi
Bahkan jejakmu pun tak ku temui, meski telah ku telusuri tempatmu berdiri
Engkau terus menyayat-nyayat hati ini
Membiarkan aku bergumam, membelai layang-layang yang tak pernah terbang
Mengitari matahari dengan perlahan
Melukaiku dengan tajamnya ilalang
Syahdu bersyair, bahwa hidup ini harus berakhir
Oksigen yang murni, berhembuslah kau di hati ini
Lewatlah disetiap ruas nadi, merasuk ke dalam inti
Rubahlah semua senyawa ini
Agar aku tau bagaimana hasilnya
Agar aku mau menerima partikelnya
Tapi jangan pernah menyalahkanku
Jika dirimu habis terbakar olehku
Dan malam pun kian menikam
Comments
Post a Comment