Malam ini mari kita bermimpi. Memupuk imajinasi agar kita terbang sejajar dengan para bintang. Berlarian di atas bulan. Tenang saja, kali ini mimpi kita sangat indah. Bintang dan bulan bukan cuma batu yang gompal disana-sini, lebih dari itu mereka tampak bercahaya dan lucu. Kau tak suka lucu? Jangan protes karena hanya malam ini saja kita mengarungi galaksi bersama. Sebelum itu pejamkanlah matamu, tidurlah yang tenang, pakai selimutmu dan jangan lupa berdoa.
Aku sudah ngantuk sekali. Apakah kau berdoa agar kita bertemu dalam mimpi? Benarkah? Kenapa? Kau ini pecundang sekali.
Jadi kita mulai dari mana? Apakah kita bertemu di atas sana atau dimana? Baiklah kita bertemu di atas awan cumulonimbus yang putihnya tak menyala karena gulita, dari situ kita terus terbang melewati stratosfer, tenang ini mimpi spesial kita jadi tak perlu baju astronot atau takut tak bisa bernapas karena malam ini kita bebas kemana saja, karena ini mimpi kita. Setelah melewati atmosfer mungkin kita akan sedikit kedinginan, aku sengaja agar kau menyesal karena tak membawa jaket. Sudah, lupakan saja. Lihat betapa indahnya bima sakti untuk kita. Entah bagaimana, kita telah tiba di bulan, memandangi bumi, mars, venus, matahari dan rigel. Kau suka sekali melihat planet mars, entah kenapa. Kenapa? Kau tak suka mars? Anggap saja suka. Atau kau lebih suka jupiter? Ya sudah. Kau suka sekali melihat planet jupiter. Kalau aku lebih suka planet venus. Sebenarnya aku ingin mendekati sirius, tapi terlalu jauh dan kau pasti malas diajak kesana jadi aku cukup puas melihat rigel. Indah ya. Kita menikmatinya sambil bercerita, lebih banyak tertawa dan menganga sih. Aku juga sempat menunjukkan padamu cygnus, lyra dan aquila. Mimpi ini memang luar biasa.
Sudah hampir pagi, sebentar lagi alarmmu akan berdering dan kau akan terbangun dari tidurmu. Saatnya kita kembali..
Tapi
Alarmku tak pernah berdering. Aku tak pernah terbangun dari mimpi ini. Aku tertinggal disini, di dunia imajinasi...
Comments
Post a Comment