Skip to main content

Discovered

Beberapa dekade terakhir banyak tanaman yang 'baru ditemukan' oleh para peneliti botani. Sebagian tanaman memang belum pernah dikenali sebelumnya namun sebagian lain telah 'ditemukan' oleh suku-suku di pedalaman bahkan telah dimanfaatkan selama ribuan tahun dalam kehidupan mereka. Mungkin kata 'ditemukan' ini bermaksud pemberitahuan secara luas ke publik, hemat saya seharusnya ditemukan oleh suku tertentu lalu diperkenalkan oleh fulan atau diklasifikasikan oleh fulan. Yah, memang inilah perbedaan dasar dari ilmu pengetahuan yang telah disepakati bersama -kecuali suku pedalaman-. Entah kenapa penggunaan kata 'ditemukan' ini cukup menganggu pikiran saya di hari sabtu yang panas ini. Mungkin bisa saja dipahami, atas jasa para 'penemu' ini akhirnya pemanfaatan bisa dilakukan secara besar-besaran dan maksimal. Hal yang tidak perlu diributkan sih.
Karena panasnya udara, saya jadi berandai-andai, jangan-jangan ada beberapa species tanaman yang saya temui di pinggir sungai, di tengah hutan atau di kebun tetangga yang luasnya seperti hutan mini yang sama sekali belum diketahui khalayak ramai. Pengandaian ini cukup beralasan karena sekitar dua atau tiga tahun lalu ditemukan species baru tanaman apa ya, begonia mungkin, yang ditemukan di hutan belantara halmahera. Tanamannya sekilas seperti tanaman yang biasa kita temui, hanya berbeda di warna bunga atau permukaan daunnya saja. Just waow. Yah jika dibandingkan, pengandaian ini cukup gersang.
Hal ini mungkin bisa diterapkan dalam hal 'penemuan' jodoh. Jangan-jangan kita -orang-orang yang belum bertemu jodohnya red.- sebenarnya telah menemukannya atau minimal pernah bertemu atau telah ditemukan teman kita atau bahkan orang-orang yang tidak pernah kita sangka-sangka. Asas ini jadi menarik karena parameternya tidak jelas, sifatnya maya, dan bukankah hal-hal yang simpang siur adalah sesuatu yang seru untuk dibahas? Jujur, sepertinya paragraf ini terlalu melenceng dari tema utama, mungkin karena besok hari minggu.)*

)*Seharusnya ini ditulis di tumblr dengan bahasa inggris yang baik dan benar, yah berhubung blokiran tumblr belum dibuka dan entah akan dibuka atau tidak maka mau tidak mau saya menulis disini.

Nb. Paragraf pertama terhapus secara tiba-tiba dan saya lupa rangkaiannya, jadi maklumi saja jika tidak koheren toh negara kita hidup dengan semboyan bhineka tunggal ika :)

Comments

Popular posts from this blog

Api ini

Api ini, masih menjadi diriku baranya berwarna merah jingga tergores sedikit oksigen saja nyalanya akan menghanguskan bumi asapnya merasuk sampai ke mata karbon dioksidanya bagai menghujam dada jelaganya tertinggal di hati jika aku adalah api dan akan terus menjadi api meninggalkan luka bakar yang tak pernah hilang memiliki abu yang selalu kelabu api ini, hanya bisa dikendalikan oksigen bukan air, tanah atau udara ...

Pertemuan

Ada yang pernah bilang bahwa Tuhan tak pernah salah mempertemukan kita dengan seseorang. Entah kesakitan atau kebahagian yang dibawa dan terbawa saat perkenalan maupun perpisahan. Perpisahan? Sesungguhnya tak pernah ada perpisahan untuk sesuatu yang pernah singgah dihidup kita selama kita masih bernapas. Mungkin terlupakan atau memang tidak diperkenankan oleh waktu. Bisa saja, esok hari atau beberapa tahun lagi akan bertemu kembali, menghidupkan kenangan lama yang mulai membusuk dipojokan memori. Tidak ada yang bisa menyakiti hati kita selain kita sendiri. Pertemuan yang dulu akan terganti dengan pertemuan yang baru, begitu seterusnya. Pilihanlah yang menjadikan kita memilih pertemuan lama dengan kejutan-kejutan baru setiap harinya. Akan terus berlanjut jika kita kuat menghadapi segala kebosanan, pertikaian, dan godaan pertemuan baru.  Lalu berapa banyak pertemuan yang singgah di hatimu? Sudahkah kau ingin berlabuh pada satu dermaga? Atau masihkah dirimu menanti pertemuan...

Datang -atau pulang

Hari ini aku datang -atau entah pulang. Rasa yang tak bisa dituliskan. Dan ada hadiah yang indah, bunga-bunga flamboyan bermekaran. Merah merona menghias jalanan beraspal. Melihatmu setelah 12 purnama berlalu ternyata tak mengubah hati ini sama sekali. Aku tetap menyukaimu. Dulu, jika dirimu masih ingat, aku berangkat diiringi musim semi mu. Ah, prosaku sekarang kurang syahdu, mungkin karena hati ini telah membatu. Gerombolan mahkotamu membuat semarak, menghibur langit yang biru saat pagar jalan membisu. Tenanglah, aku masih padamu, mengagumi tiap kelopak yang indah. Tetaplah bersamaku, melewati sisa usia bumi yang kesepian. Dan aku ingin pergi jauh sekali, sendiri.