Pada tanggal ini suara-suara bising menyerbu jadi satu, memekakkan hatiku. Derap langkah orang tak dikenal menghantuiku, membuatku was-was dan cemas. Di peraduanku, tak ada lagi bekas cat biru, mengering di ujung-ujung kuas. Mimpiku seperti sebuah perjalanan, yang membuat tidurku kelelahan. Rutinitasku adalah kebosanan dan menjadi sama adalah ketakutan.
Bayangan pohon dikala senja menari-nari, menjadikan segala penatku tak berarti. Atau sesungguhnya arti itu sendiri adalah kekalutan yang tidak bisa terdefinisikan dengan benar. Gedung, pohon jati, tebu dan sawah-sawah membentang, semuanya seperti punya kehidupannya sendiri. Lalu aku? Ya, aku punya. Dan akan sangat sempurna suatu hari nanti.
Rajutanku masih satu warna, dan terus akan ku ulang sampai ada warna kedua, ketiga, keempat dan kelima. Motifnya masih rahasia.
Kidung-kidung petang mulai berdatangan, melarutkan mentari pada satu sisi.
Selamat datang kembali wahai pemimpi :)
Comments
Post a Comment