Terlahir dengan lensa mata yang tak mau berakomodasi sesukanya membuat saya melewatkan hal-hal kecil sejak masa kecil. Seperti bagaimana bentuk mata anda, seberapa lentik bulu mata anda atau berapa jerawat yang anda punya, apa warna kuku anda, bahkan noda di baju anda. Saya tidak akan ingat semua itu dari siapapun. Tidak akan. Sebaliknya saya tidak akan mudah lupa dengan hal-hal yang tak membutuhkan mata, seperti suara anda, cara anda menghadapi masalah, sikap anda, apa saja yang keluar dari mulut anda, hal-hal macam itu yang bisa anda tanyakan pada saya. Saya akan mengingat -sangat ingat- setiap suku katanya. Dan jika anda merasa saya sedang lupa mungkin saya hanya pura-pura lupa.
Bulan lalu saya baru menyadari satu hal pada mata saya yaitu bokeh. Ya benar, bokeh. Jika suatu objek (dalam kasus saya yang paling dekat) akan terlihat jelas dan lainnya buram nahhhhhh seperti itulah mata saya bekerja, persis. Saya rasa, itu tidak buruk juga, teknologi lensa mata saya sudah mampu mengeliminasi hal-hal tidak penting sehingga saya bisa fokus pada satu hal di depan saya. Bokeh juga merupakan tipe foto yang saya suka terutama pada objek non manusia.
Memiliki sifat yang bukan seperti malaikat (ramah, murah senyum, red.) membuat saya tidak terganggu dengan teknologi bokeh di mata saya, selain memang tidak terlalu tau itu siapa, apakah harus menyapa atau tidak, lebih jauh lagi saya sebenarnya tidak terlalu peduli dengan hal-hal semacam itu, karena saya merasa hubungan dengan manusia itu bukan soal sapa menyapa saja. It's okay buat saya untuk tidak say hi tahunan pada seseorang atau beberapa orang tapi itu bukan berarti hubungan menjadi renggang, yah asal memang tidak ada hal yang membuat renggang sebelumnya.
Bokeh membuat saya selalu melihat mahluk hidup dari sisi yang berbeda.
Lebih dari itu, hubungan antar manusia atau antar mahluk hidup dengan kekuatan lensa mata memang sangatlah krusial, melihat dari kondisi tersebut, anda bisa memastikan bahwa saya adalah orang berperasaan dengan logika maksimal dan pandangan fisik minimal. Intinya saya itu menyenangkan.
Seperti itu.
Comments
Post a Comment