Di matamu
Aku adalah kemarau yang tak berujung
Yang membuat matamu kebas memanas
Membebani bulu matamu dengan debu-debu halus
Di matamu
Aku adalah matahari di tengah hari
Yang membuatmu menutup mata
Dan menghindar di bawah naungan gedung-gedung
Di matamu
Aku adalah gumpalan awan pada malam hari
Yang menghalangimu memandang bintang
Mengharuskanmu melewatkan petang dalam kegelapan
Di matamu
Aku adalah baling-baling kipas angin
Yang tak pernah kau hirau berapa jumlahnya
Berputar tanpa lelah untuk menggerakkan udara
Di matamu
Jauh di dalam pupil matamu
Bayangan diriku tak pernah terbalik sempurna
Karena aku
Selalu dan akan selalu
Berdiri disni
Di titik buta
Titik buta matamu
Aku adalah kemarau yang tak berujung
Yang membuat matamu kebas memanas
Membebani bulu matamu dengan debu-debu halus
Di matamu
Aku adalah matahari di tengah hari
Yang membuatmu menutup mata
Dan menghindar di bawah naungan gedung-gedung
Di matamu
Aku adalah gumpalan awan pada malam hari
Yang menghalangimu memandang bintang
Mengharuskanmu melewatkan petang dalam kegelapan
Di matamu
Aku adalah baling-baling kipas angin
Yang tak pernah kau hirau berapa jumlahnya
Berputar tanpa lelah untuk menggerakkan udara
Di matamu
Jauh di dalam pupil matamu
Bayangan diriku tak pernah terbalik sempurna
Karena aku
Selalu dan akan selalu
Berdiri disni
Di titik buta
Titik buta matamu
Comments
Post a Comment