Musim gugur telah meninggalkan ranting terakhir, menyapu daun-daun kuning kering ke arah selatan. Matahari yang tak lagi hangat menahan kuncup-kuncup mungil dari lebah-lebah madu yang sudah jarang datang. Entah karena mereka telah mati atau mereka hanya telah pergi. Sesudah dingin yang panjang, bunga-bunga merah muda akan mekar bersamaan. Memperlihatkan keindahan tertinggi yang bisa kau pahami. Namun, meski rerumputan telah berganti menjadi permadani serbuk sari, lebah-lebah madu itu tak kunjung datang. Hingga musim gugur kembali datang, tak satupun bunga-bunga merah muda menyelesaikan misinya. Walau kuncup-kuncup tetap ada dan matahari yang tak hangat tetap menahannya, tapi siklus telah terputus. Lebah-lebah madu itu bukan cuma pergi membawa dirinya, tapi juga membawa separuh nyawa bunga-bunga merah muda.
Api ini, masih menjadi diriku baranya berwarna merah jingga tergores sedikit oksigen saja nyalanya akan menghanguskan bumi asapnya merasuk sampai ke mata karbon dioksidanya bagai menghujam dada jelaganya tertinggal di hati jika aku adalah api dan akan terus menjadi api meninggalkan luka bakar yang tak pernah hilang memiliki abu yang selalu kelabu api ini, hanya bisa dikendalikan oksigen bukan air, tanah atau udara ...
Comments
Post a Comment