Skip to main content

Bisa Gila

Ditemani lagu Ugly dari 2NE1 dilanjut Jojo-nya Shinee rasanya kok jadi pengen nulis.
Tapi nulis apa yaa.. hemm..
Setelah baca 1,5 komik -1,5 komik soalnya yang terakhir gak sampai habis udah komik-hangover- dan sekilas baca sinopsisnya The Undomestic Goddness lumayan lah, kayaknya semacam teenlit gitu, tapi terjemahan eh kok ada labelnya 'being single and happy' jadi ngakak.
Oh ya jadi ceritanya hari ini mau benerin charger laptop yang mati, matinya sih pas listrik kostan 'njeglek', youknowla. Rencananya sendiri trus berubah pikiran jadi ngajak temen, janjian, mau berangkat tak sms gak dibalas2 coy, ya udah berangkat sendiri aja jadinya, ababil gitu. (Tiba-tiba gak merasa cocok nulis kayak begini).
Jam 11 siang melintasi jalanan arteri kota pahlawan, panas! Dengan beban lepi 14", charger, tupperware, dll kudaki lantai demi lantai BgJunction menuju puncak gemilang cahaya meraih cita untuk lepi tersayang. Alhamdulillah, sampai.
Hmm, denger lagunya Kotak-Tinggalkan saja jadi males nerusin tulisan ini.
Intinya gini deh, setelah dicoba mas e ternyata chargerku bisa sodara-sodara, lalu kenapa aku harus kesana??? kenapaaa????? Padahal waktu itu tak coba mati gitu, hebat!! Aku merasa useless, tapi alhamdulillah kan gak harus beri lagi. Akhirnya aku pulang dengan perasaan yang bingung, bingung harus bahagia atau 'cegeh', akhirnya aku memilih bahagia... #eaaaa
Sampek kost, eh tetangga baru punya banyaaaaakkk bingit koleksi novel,,, aaihhhh indahnya hari iniiiii. Semoga harimu indah! Ingat, bahagia itu pilihan, ahahahaaa.

Nb: Sedih gak bisa liat SUCI 4, tipi kost mati gegara konslet, hehhhhh *menghela napas panjang
Nb (lagi): Pas ngetik kalimat terakhir di atas listrik kost mati, hedeehhhh bisa gilaaa

Comments

Popular posts from this blog

Api ini

Api ini, masih menjadi diriku baranya berwarna merah jingga tergores sedikit oksigen saja nyalanya akan menghanguskan bumi asapnya merasuk sampai ke mata karbon dioksidanya bagai menghujam dada jelaganya tertinggal di hati jika aku adalah api dan akan terus menjadi api meninggalkan luka bakar yang tak pernah hilang memiliki abu yang selalu kelabu api ini, hanya bisa dikendalikan oksigen bukan air, tanah atau udara ...

Pertemuan

Ada yang pernah bilang bahwa Tuhan tak pernah salah mempertemukan kita dengan seseorang. Entah kesakitan atau kebahagian yang dibawa dan terbawa saat perkenalan maupun perpisahan. Perpisahan? Sesungguhnya tak pernah ada perpisahan untuk sesuatu yang pernah singgah dihidup kita selama kita masih bernapas. Mungkin terlupakan atau memang tidak diperkenankan oleh waktu. Bisa saja, esok hari atau beberapa tahun lagi akan bertemu kembali, menghidupkan kenangan lama yang mulai membusuk dipojokan memori. Tidak ada yang bisa menyakiti hati kita selain kita sendiri. Pertemuan yang dulu akan terganti dengan pertemuan yang baru, begitu seterusnya. Pilihanlah yang menjadikan kita memilih pertemuan lama dengan kejutan-kejutan baru setiap harinya. Akan terus berlanjut jika kita kuat menghadapi segala kebosanan, pertikaian, dan godaan pertemuan baru.  Lalu berapa banyak pertemuan yang singgah di hatimu? Sudahkah kau ingin berlabuh pada satu dermaga? Atau masihkah dirimu menanti pertemuan...

Datang -atau pulang

Hari ini aku datang -atau entah pulang. Rasa yang tak bisa dituliskan. Dan ada hadiah yang indah, bunga-bunga flamboyan bermekaran. Merah merona menghias jalanan beraspal. Melihatmu setelah 12 purnama berlalu ternyata tak mengubah hati ini sama sekali. Aku tetap menyukaimu. Dulu, jika dirimu masih ingat, aku berangkat diiringi musim semi mu. Ah, prosaku sekarang kurang syahdu, mungkin karena hati ini telah membatu. Gerombolan mahkotamu membuat semarak, menghibur langit yang biru saat pagar jalan membisu. Tenanglah, aku masih padamu, mengagumi tiap kelopak yang indah. Tetaplah bersamaku, melewati sisa usia bumi yang kesepian. Dan aku ingin pergi jauh sekali, sendiri.