Kadang aku menyembunyikan keinginanku yang sebenarnya, berusaha mengelak sebisa mungkin, takut membuat orang terluka, atau takut semuanya berantakan, tapi aku tidak bisa hidup dalam kepura-puraan. Aku bisa berpikir, aku memiliki logika, kata 'harus' menjadi kaku bagiku. Apakah aku harus bertanya dengan jujur? Atau aku harus terus mengelak dan membiarkan orang lain berasumsi tentangku, atau bagaimana?
Jika aku bertanya mungkin bagi mereka ini adalah pertanyaan konyol, sangat konyol setelah bertahun-tahun aku menjalaninya. Mungkin mereka akan menganggap aku hanya main-main saja selama ini, tidak sungguh-sungguh, munafik dan sebagainya. Tapi.. hey, yang menilai diriku bukan orang lain, semua yang kusembunyikan dan ku utarakan akan kupertanggujng jawabkan, tapi bukan pada mereka. Aku hanya takut salah jalan, salah mengambil keputusan, atau lebih ekstrim orang akan menggapapku sesat, maksudku -orang yang seperti itu. Mengapa harus ada orang seperti ini dan orang seperti itu? Apakah hak kita untuk membedakan diri dengan orang lain, mengganggap kita lebih baik, sebentar apakah aku mulai sekuler?
Ini membuatku pusing.
Jadi mana keputusan yang benar? Dimanakah aku harus mencari kebenaran? Sebenarnya semua berjalan lancar baik-baik saja, aku mempercainya, bukan karena aku mudah percaya -aku sangat sulit percaya orang lain- tapi menggunakan logikaku untuk memikirkannya dan aku menerimanya. Tapi disaat seperti ini, ini baru pertama terjadi dan aku mulai ragu. Aku agak berpikir ini seperti sebuah mungkin lebih mirip atau agak memaksa. Itulah masalahnya!! Aku bukan tipe orang yang bisa dipaksa, didikte harus melakukan apa! Aku akan melakukan sesuatu dengan senang jika itu sejalan dengan pikiranku, tapi yang ini tidak. Mungkin aku memiliki jiwa pemberontak sehingga semakin dipaksa semakin aku ingin memberontak. Kau tau, mungkin kata paksa itu terlalu kasar tapi aku tidak menemukan kata lain yang tepat jadi terpaksa ku gunakan kata itu.
Jadi aku harus bagaimana? Aku sama sekali tidak menemukan orang yang tepat untuk membicarakan ini...
Ada yang bilang atau aku pernah baca, ikutilah kata hatimu.. tapi bagaimana kalau hatiku keliru? Bagaimana kalau hatiku tak sengaja dibisiki setan?
Jujur, sebenarnya aku hanya butuh jujur dan melontarka satu pertanyaan, HANYA satu pertanyaan, jika jawabannya ya, berarti tak ada maslah aku bisa bernapas lega persetan apa yang mereka pikirkan, hemm jika jawabannya bertele-tele, atau pada intinya adalah tidak? Aku harus bagaimana dalam bersikap? Ayolah ndah, kamu sudah dewasa, kamu sudah harus bisa mengambil keputusan!!
Oke, akan kuputuskan, terserah apa tanggapannya, yang penting hatiku tenang.
Kau tau, ini sangat sulit..
Comments
Post a Comment