Aku sedang sekarat, tersuruk masuk ke rusuk karang
Menggapai udara yang mulai tak ada
Bertarung dengan lelah yang mulai merajalela
Gelap pekat mengukungku, menjauhkan cahaya yang merambat bebas di sela-sela lamun
Aku terbenam di lautan dalam, di bawah perut lumba-lumba yg berenang dengan gembira
Tapi ini bukan palung, sulurnya menjalar-jalar mengikatku kuat-kuat
Pasirnya menarikku, berharap aku kehabisan oksigen dan mati membiru
Aku ingin pulang, dan tidur tenang di sudut ranjang
Melewati hari dengan kedamaian
Aku sudah tak mampu berperang
Menghindari ranjau yang tertutup belukar senyuman
Mari saling menghantam, agar darah dapat tumpah, biar luka bisa menganga
Lalu dengan mudah aku tau dimana harus membalutnya...
Menggapai udara yang mulai tak ada
Bertarung dengan lelah yang mulai merajalela
Gelap pekat mengukungku, menjauhkan cahaya yang merambat bebas di sela-sela lamun
Aku terbenam di lautan dalam, di bawah perut lumba-lumba yg berenang dengan gembira
Tapi ini bukan palung, sulurnya menjalar-jalar mengikatku kuat-kuat
Pasirnya menarikku, berharap aku kehabisan oksigen dan mati membiru
Aku ingin pulang, dan tidur tenang di sudut ranjang
Melewati hari dengan kedamaian
Aku sudah tak mampu berperang
Menghindari ranjau yang tertutup belukar senyuman
Mari saling menghantam, agar darah dapat tumpah, biar luka bisa menganga
Lalu dengan mudah aku tau dimana harus membalutnya...
Comments
Post a Comment