Terkadang aku muak menjadi seorang pujangga, yang seolah-olah menuliskan puisi atau prosa, yang dilemparkan ke seluruh sudut dunia maya. Untuk apa? Sebenarnya untuk apa semua ini? Untuk menumpahkan inspirasi seni atau limpahan isi hati? Jadi untuk apa segala rangkaian kata ini? Untuk meramaikan saja atau untuk menyampaikan sesuatu? Untuk apa?
Bilang saja sebenarnya ini untuk apa? Untuk siapa? Agar tidak lelah hati menerka-nerka, agar hati tidak terlanjur berbunga-bunga. Untuk siapa?
Untuk apa menuliskan ini sementara tak ada jawaban kunci.
Untuk sekedar melegakan hati?
Menyalurkan perasaan?
Memberitahu keadaan?
Menyiksa pelan-pelan?
Merahasiakan ketulusan?
Menghindar?
Menahan?
Melepaskan?
Mengatakan?
Apa? Apa?
Jadi untuk apa?
Untuk apa?
Untukmu.
Comments
Post a Comment