Aku merasa kurang bersyukur dengan kata-kata, tapi entah dengan hati. Aku mendapati diri dalam jalur yang aku ingini, persis. Mengabdi, katanya. Tapi ada hal yang harus direnungi, buah dari pengabdian itu apa? Memang diri ku jauh, jauh berkembang dari yang dulu jika berbicara masalah pribadi, as a person. Lalu bagaimana dengan yang bukan diriku? Hasil yang maksimal dan usaha yang maksimal memiliki perbedaan yang besar. Kadang hal tersebut membuatku gundah. Karena aku merasa belum memberikan hasil yang maksimal lantas aku meragukan apakah aku sudah berusaha dengan maksimal? Sungguh kamu tidak akan mengerti, berderet penjelasan pun tak akan membuatmu paham, karena setiap detik yang ku lalui adalah setiap jengkal yang aku daki. Aku sadar, tidak semua hal bisa kita arahkan sesuai keinginan, menuruti kehendak hati. Tidak bisa. Ada yang pernah bilang, besar usaha mu bukan dilihat apakah kamu yang paling baik, terbaik, bukan, tapi lihat selisihnya. Selisih keadaan saat kau datang dan saat kau pulang. Nyatanya selisihnya jauh sekali. Bangga? Tidak, karena aku merasa masih belum, belum. Hal yang harus diingat adalah, suatu hal terkait satu sama lain. Kembali harus disadari bahwa tak semua hal yang kita harapkan menjadi kenyataan. Apalagi mengharapkan sesuatu pada manusia, yang memiliki hati dan logika. Prioritas mereka pun berbeda. Jadi, dua belas purnama memang bukan waktu yang sepadan untuk menggantikan semua hal, yah paling tidak ada perubahan kecil, kesadaran kecil. Ah seharusnya aku tidak menyebutnya kecil, perubahan yang luar biasa, kesadaran yang luar biasa. Bumi ini terus berputar sayang, menggantikan hari dengan minggu. Menggantikan minggu dengan bulan, begitu seterusnya. Hanya waktu yang mampu menjawab apakah yang akan terjadi selanjutnya. Sebelas purnama yang terlewati sungguh luar biasa, sebelas purnama yang telah menggoreskan luka, menumbuhkan harapan, mengukir kebahagiaan dan yang paling penting menghadiahkan sebuah pertemuan.
Mungkin aku laksana serpihan cangkang gastropoda diantara pasir pantai, yang semakin lama semakin memutih karena buih ombak mengikisnya. Mungkin aku bukanlah yang merubah semua, tapi setidaknya aku berusaha, dengan nyata. :)
Comments
Post a Comment