Apakah kau ingin mendengar sebuah cerita?
Mungkin untuk mengisi sedikit lamunan sebelum tidurmu.
Dahulu kala terdapat sebuah bukit emas yang jika hujan mengguyurnya maka sungai-sungai akan berkilauan layaknya kau berada di surga. Ikan-ikan pun berenang dengan sisik dan sirip yang dilapisi emas. Batu, lumut, tanah liat dan bahkan jika tak sengaja daun tua jatuh dipermukaan sungainya maka semuanya akan berwana emas. Indah? Apa kau berpikiran itu indah? Simpan dulu pikiranmu, ini adalah ceritaku. Sabar saja, nanti juga ada sesi tanya jawabnya. Apa aku menyebalkan? Terima saja, yang penting aku bisa cerita.
Baiklah. Pada suatu waktu, hujan tak pernah turun lagi. Sungai-sungai mulai mengering. Daun tua juga sudah tidak ada. Ikan-ikan telah pergi ke hilir. Hanya tersisa batu dan tanah kering. Tapi, tengoklah bukit emas itu. Warnanya tak pudar bahkan sekarat pun. Malahan lebih bersinar daripada dulu-dulu. Bukit itu menjadi satu-satunya hal yang menantang panasnya matahari. Pasti kau bertanya-tanya kenapa dia tidak meleleh atau inilah itulah atau itu hanya pemikiranku saja. Haha. Lupakan.
Kita lanjutkan. Kita? Oke, aku. Aku lanjutkan. Duh, tiba-tiba jadi gak mood.
Bersambung..
Oyasuminasai. Bonne nuit.
Ps. Surga yang dimaksud disini adalah surga versi dunia, soalnya katanya di surga yang asli tidak ada sungai emas. Sungai susu sih ada.
Apa? Kau menagih sesi tanya jawab? Ceritanya belum kelar ini. Hmm
Ps. Surga yang dimaksud disini adalah surga versi dunia, soalnya katanya di surga yang asli tidak ada sungai emas. Sungai susu sih ada.
Apa? Kau menagih sesi tanya jawab? Ceritanya belum kelar ini. Hmm
Comments
Post a Comment