Kau pernah merasakan hujan? Aku pernah dulu saat di tengah laut. Aku tak menghindarinya, memang aku tak bisa menghindarinya dan aku suka.
Kau pernah merasakan cinta? Aku pernah dulu sekali saat belum ada yang punya layar sentuh. Aku menghindarinya, memang aku bisa menghindarinya dan aku tak apa.
Kau pernah merasakan rindu? Sejujurnya untuk yang satu ini definisiku agak rancu jadinya jawabanku pun tak bisa pasti.
Kau pernah merasakan cinta (lagi)? Aku belum pernah, entah. Tertarik saja mungkin, itu pun tak lama, hanya momentum.
Kau pernah merasakan penyesalan? Aku pernah, sekali-kali tapi tak berlarut-larut. Aku belajar bahwa tak ada yang salah dengan apa yang terjadi, jadi apa yang perlu disesali dengan mendalam?
Kau pernah merasakan sesuatu? Meski itu bukan cinta atau rindu, katakanlah. Karena perasaan tak bisa bertahan lama dan waktu bisa merubah apa saja. Memang kita tak perlu menyesal tapi apa iya tak apa tak terkatakan?
Kau pernah merasakan malam? Dia merubah api menjadi kabut. Merubah batu menjadi pasir. Merubah aku menjadi pujangga. Merubah kamu menjadi siapa?
Comments
Post a Comment