Selamat tengah malam untukmu, untukmu yang ada disitu.
Waktu telah habis membunuhku. Berapa musimkah yang kau minta? Bukankah telah ku kosongkan musim-musim sebelumnya? Tapi kau dimana?
Untukmu yang ada disitu, apakah dirimu cemburu saat jarak yang ada ini seperti bisu? Tahun-tahun telah berlari berganti tapi tidak jarak ini.
Aku adalah seorang pujangga di kegelapan malam, menuliskan setiap sayatan angin kesunyian. Semua ini bukan tentang aku padamu, padamu yang tak ku tahu.
Waktu telah habis membunuhku. Berapa musimkah yang kau minta? Bukankah telah ku kosongkan musim-musim sebelumnya? Tapi kau dimana?
Untukmu yang ada disitu, apakah dirimu cemburu saat jarak yang ada ini seperti bisu? Tahun-tahun telah berlari berganti tapi tidak jarak ini.
Aku adalah seorang pujangga di kegelapan malam, menuliskan setiap sayatan angin kesunyian. Semua ini bukan tentang aku padamu, padamu yang tak ku tahu.
Comments
Post a Comment