Bulan yang kokoh tadi malam
menyelinapkan bayanganmu dalam bunga tidur
menebar senyummu seperti biji dandelion kering yang diterpa angin senja
indah dan nyaman
meski alur ceritanya bukan picisan
kenangannya adalah romansa
yang legit dan pahit
kebosanan waktu yang membuat kita terjaga
memakai peran sehari-hari
sedang hati masih bermimpi
di berkas sinar mentari yang menembus kaca
ingatan padamu selalu berkata
'ayo kita lari dari masing-masing asumsi
dan berkelana seperti jiwa bebas lumba-lumba'
semaraknya hilang dalam sekejap
seperti tisu melap debu
tapi
jika pena adalah suara
maka bisikkan padaku
siapakah mimpimu malam lalu
dan tutup rapat-rapat jendelamu
agar tak ada serangga yang menggangu
menyelinapkan bayanganmu dalam bunga tidur
menebar senyummu seperti biji dandelion kering yang diterpa angin senja
indah dan nyaman
meski alur ceritanya bukan picisan
kenangannya adalah romansa
yang legit dan pahit
kebosanan waktu yang membuat kita terjaga
memakai peran sehari-hari
sedang hati masih bermimpi
di berkas sinar mentari yang menembus kaca
ingatan padamu selalu berkata
'ayo kita lari dari masing-masing asumsi
dan berkelana seperti jiwa bebas lumba-lumba'
semaraknya hilang dalam sekejap
seperti tisu melap debu
tapi
jika pena adalah suara
maka bisikkan padaku
siapakah mimpimu malam lalu
dan tutup rapat-rapat jendelamu
agar tak ada serangga yang menggangu
Comments
Post a Comment