Warnanya pudar
Walau semua sinar terus berpendar
Tegaknya gusar
Karena akar-akar tak lagi gahar
Nyawanya samar
Seperti jawaban yang tak lagi benar
Selain merapal doa
Apalagi yang ku punya
Sampah-sampah plastik pun tak ada
Bunga matahari merah tinggi menjulang
Menangkis panas dari siang ke siang
Mengalihkanku dari kenyataan yang belang
Padamu saja sore ini kutunggu
Biar bintang-bintang malam tak ada yang tau
Sambil ku rangkaikan buket zinnia ungu
agar kau senang dan jatuh cinta padaku
tanah yang gersang menghilangkan jejakmu
meski di tengah padang ku letih menunggu
hingga kahat rindu melandaku
puisi ini adalah salah satu seni berdamai dengan hati
karena gelas-gelas baru sayang untuk dibeli
dan teriakan merupakan tabu hingga saat ini
Walau semua sinar terus berpendar
Tegaknya gusar
Karena akar-akar tak lagi gahar
Nyawanya samar
Seperti jawaban yang tak lagi benar
Selain merapal doa
Apalagi yang ku punya
Sampah-sampah plastik pun tak ada
Bunga matahari merah tinggi menjulang
Menangkis panas dari siang ke siang
Mengalihkanku dari kenyataan yang belang
Padamu saja sore ini kutunggu
Biar bintang-bintang malam tak ada yang tau
Sambil ku rangkaikan buket zinnia ungu
agar kau senang dan jatuh cinta padaku
tanah yang gersang menghilangkan jejakmu
meski di tengah padang ku letih menunggu
hingga kahat rindu melandaku
puisi ini adalah salah satu seni berdamai dengan hati
karena gelas-gelas baru sayang untuk dibeli
dan teriakan merupakan tabu hingga saat ini
Comments
Post a Comment