Merebahkan diri sama seperti saat kita patah hati ditengah malam yang linangan air matanya diwarnai bias rembulan
Kemudian kantuk dan sesak membuat tubuh cepat terlelap
Mimpinya hitam kelam sedang esok tak kunjung datang
Hari ini pun kosong
Melewati putaran waktu dengan lubang yang teramat dalam
Separuhnya hilang
Membiarkan angin meniupnya
Bunyinya nyaring
Darah-darahnya tak terlihat
Lalu dengan sepatah kata, tangisnya tak bersuara
Menjerit-jerit di kepalanya sendiri
Besok lusa
Jika mata masih kita punya
Terpejamlah
Baru kita berbicara
Tentang khayalan panjang
Dan melewati satu sama lain
Dan melewati satu sama lain
Comments
Post a Comment