Aku seperti mati suri, tapi matinya hidup dan hidupnya mati. Seperti tergagu apa aku harus terjaga atau tetap menipu diri sendiri. Hidupnya tajam, hujaman apa saja mungkin bisa dilawan, tapi tidak dengan kenyataan. Jika menyelam ke dalam samudera bisa membasuh semua keraguan maka sekarang saja aku mau berlari, terjun bebas dari tebing karang. Meski matahari hampir tenggelam aku tak pernah takut akan kegelapan, aku tak pernah gamang dengan kesendirian, aku hanya tak bisa berteriak dari diriku sendiri, dari apa yang bisa terjadi. Lalu aku harus apa? Menangis menderu bukan tabiatku, mengiba merana bukan prinsipku, aku terlalu mandiri untuk ini atau aku terlalu sendiri untuk diriku sendiri. Aku terlalu kuat untuk terlihat lemah dan aku terlalu lemah untuk benar-benar kuat. Dari ujung waktu ke waktu aku selalu sadar, teramat sadar bahwa tak ada yang ku punya di dunia ini selain diriku sendiri.
Ya, buat apa? Toh kita nanti mati juga.
Comments
Post a Comment