Sore hari ini (atau kemarin karena nulisnya udah tegah malam) saya menembus macet dari pom bensin ngagel sampek wonokromo, entah berapa lampu merah yang sudah berganti tapi tetap saja masih kejebak macet. Hal tersebut untuk satu tujuan, bertemu kawan-kawan. Bukan hanya tentang siapa kawan saya tapi tentang apa yang saya dapat dari mereka, itu point pentingnya. Saya datang memang telat banget, karena saya lupa dan akhirnya melakukan kegiatan lain, untung saja masih kekejar untuk bertemu.
Selalu ada hal menarik yang dapat disimak dari pertemuan kami, seringnya saya datang dengan membawa pertanyaan-pertanyaan yang tidak saya temukan jawabannya tapi justru kawan saya tersebut menjawabnya dengan istilahnya biasa, anehnya saya langsung setuju dan kalau dipikir-pikir memang benar. Ternyata juga ada kejutan yang menanti, ada kawan lain yang bergabung dan saya sudah mengenalnya karena memang satu kelas.
Ehmm, saya akui saya berbeda dalam suatu hal -yang tidak saya sebutkan- saat saya bersama dengan kawan-kawan ini. Biasanya dalam kehidupan sehari-hari jarang sekali saya melakukan hal berbeda tersebut. Nah, kawan yang baru ini adalah kawan lama yang tahu menahu saya -dari luar yah penampilan lah. Saya sedikit penasaran dengan anggapan kawan saya ini tentang diri saya, bukan bermaksud berburuk sangka saya ingin tau bilamana mungkin dapat menjadi masukan berarti bagi saya. Sebenarnya tidak perlu masukan saya sudah tau, kadang juga timbul risih di hati, risih dengan diri sendiri, apalagi kalau dijalan ketemu dengan orang-orang macam kawan saya ini.
Menurut saya, kawan-kawan inilah kawan terbaik dibandingkan sebelum-sebelumnya, bukan berarti yang sebelumnya tidak baik, karena kawan-kawan saya ini teguh memegang janji dan daya juangnya tinggi. Salut deh. Jadinya saya sendiri ikut tergerak untuk selalu datang-datang dan datang, plus kawan ini ramah, friendly banget. Kawan-kawan ini langsung merubah pandangan saya tentang orang-orang 'seperti' ini.
Kesimpulan yang didapat dari bertemu kawan-kawan: keyakinan pada hati kita akan muncul jika kita berani mengambil keputusan yang resikonya bisa saja selamanya, seumur hidup, dunia akhirat.
Tips: agar keberaniaan pengambilan keputusan ini tidak salah sasaran maka akrablah dengan yang memegang hati kita.
Cucucucucuucucucucucucu, oke deh saat nya istirahat (padahal baru bangun tidur) besok mesti ngerjain revisi tinggal 15 hari lagi. Keep fight :D
Comments
Post a Comment