Kenapa aku terus menulis? Kenapa matahari masih sudi bersinar? Kenapa hujan tak segan jatuh ke tanah? Karena setiap ucap bisa salah. Karena kepatuhan melebihi keegoisan. Karena memberi tak kenal kata mati.
Setiap cahaya yang kau pantulkan akan kembali padamu, setiap senyum yang kau ulum akan mencerahkan hatimu dan setiap panah yang kau lepaskan akan menancap juga di jantungmu.
Alur ini seperti sungai di pegunungan nun jauh, arusnya mengalir deras, jernih dan menyejukkan. Meski terhantam batu berkali-kali, melewati pusaran yang bertubi-tubi airnya tetaplah jernih dan menyejukkan. Kita tak pernah tau kapan aliran itu berubah menjadi hijau lalu coklat susu, kita tak pernah menyadari kapan batu-batu itu tak terlihat lagi diganti kelipuk, kita juga tak harus mengerti saat arus hilang sama sekali.
Andai akhir dari alur ini adalah laut, yang meskipun air berwarna coklat, lumpur, cadmium, timbal terus menerus mengalirinya air laut masih tetap biru. Tak seorang pun bisa menjamin.
Jika hidup adalah aliran sungai maka berbahagialah jika kau menjadi ikan, bersyukurlah jika kau menjadi batu dan bergembiralah jika kau menjadi kelipuk karena menjadi air bisa jadi sangat menderita, bisa jadi kau akan menangis belasan kali dalam sehari namun tak satupun mengetahui. Kenapa? Karena air mata juga air, air akan menerima segalanya, dari mana saja.
...
Comments
Post a Comment