Aku sudah kembali.
Bersama molekul-molekul air yang memukuli aspal hitam, bersama suara petir yang tak terlalu menggelegar. Aku basah kuyup. Tak ada yang ku punya selain badan yang kedinginan.
Hidrogen dioksida terus tumpah ruah, menurunkan suhu udara, merendam kaki-kaki tanpa alas kaki.
Aku sudah kembali.
Melewati genangan coklat muda.
Aku menangis, mencoba merubah warnanya dengan air mata namun suspensi air dan lumpur itu seolah telah menjadi larutan. Tangisanku sia-sia. Lalu aku memutuskan untuk kembali, meski banjir dan sampah kali menggores kulit ini.
Aku telah kembali.
Tak membawa apa-apa selain diri ini. Mimpi yang dulu aku punya, tersuruk jauh di dalam palung samudera.
Aku telah kembali.
Dengan setangkup rindu pada masa lalu dan berjuta tandan untuk masa depan.
Aku sudah kembali.
Aku sudah di sini.
Tapi kau tidak!
Comments
Post a Comment