Skip to main content

Insomnia

Hemm, entah kenapa dari mulai awal kuliah aku gak bisa tidur jam 9, ah jangankan jam 9 jam 10, 11, 12 aja jarang, eh sekarang tambah parah kalau gak denger adzan subuh gak ngantuk. Secara biologis ini memang gak sehat, karena malem hari berlangsung proses detoksifikasi yang akan berjalan optimal jika kita dalam keadaan tidur, apalagi saat jam 11-1 malam. Sampai sekarang aku gak nemu caranya biar bisa tidur cepat, apalagi aku gak hobi tidur siang jadinya waktu istirahat bagi tubuh jadi sedikit, iya nek aku sibuk banget gitu orang gak sibuk-sibuk amat malah insomnia.
Dulu waktu masih kuliah aku seringtidur waktu kuliah sampe pernah dijuluki dosenku sebagai 'mahasiswa ngantukan', nah kalo tidur pas kuliah kan berarti jatah tidurku tercukupi sekarang karena sudah tidak kuliah jadi gak bisa tidur lagi, imbasnya jatah tidur berkurang.
Tidurku di kelas memang parah banget, sekali dosen ngomong rasanya kayak mataku digandoli truk gandeng, pernah waktu praktikum dosenku nerangin di depan kelas, saking ngantuknya aku ketiduran lalu aku dibangunin dosen ku dengan cara dipukul pakek buku praktikum, katanya aku dibangunin pakek mulut gak bangun. Hedehhh dan sekarang beliau jadi dosen pengujiku, semoga tidak ingat kejadian di masa lampau, aamiin. Aku juga pernah duduk di barisan paling depan pas depan dosenku yang lagi nerangin, eh aku ketiduran. Dosenku yang mbangunin aku broo, trus aku disuruh pindah duduk di belakang, mungkin beliau enek liat mahasiswa macam awak, eee beliau juga jadi dosen pengujiku. ahahaha. Walah kalo ngomongin dibangunin dosen pas kuliah berlangsung gak ada habisnya broo, aku aja pernah pas tidur di kelas dosenku yg ngajar iku nyempet-nyempetin memfoto diriku yg lagi tidur pakek camdig lalu di aplud di facebook, dosenku sendiri e yang ngaplud, wkwkwkwk.
Yaudah wes segini dulu aja, tak mencoba rebahan, see ya :)
 

Comments

Popular posts from this blog

Api ini

Api ini, masih menjadi diriku baranya berwarna merah jingga tergores sedikit oksigen saja nyalanya akan menghanguskan bumi asapnya merasuk sampai ke mata karbon dioksidanya bagai menghujam dada jelaganya tertinggal di hati jika aku adalah api dan akan terus menjadi api meninggalkan luka bakar yang tak pernah hilang memiliki abu yang selalu kelabu api ini, hanya bisa dikendalikan oksigen bukan air, tanah atau udara ...

Pertemuan

Ada yang pernah bilang bahwa Tuhan tak pernah salah mempertemukan kita dengan seseorang. Entah kesakitan atau kebahagian yang dibawa dan terbawa saat perkenalan maupun perpisahan. Perpisahan? Sesungguhnya tak pernah ada perpisahan untuk sesuatu yang pernah singgah dihidup kita selama kita masih bernapas. Mungkin terlupakan atau memang tidak diperkenankan oleh waktu. Bisa saja, esok hari atau beberapa tahun lagi akan bertemu kembali, menghidupkan kenangan lama yang mulai membusuk dipojokan memori. Tidak ada yang bisa menyakiti hati kita selain kita sendiri. Pertemuan yang dulu akan terganti dengan pertemuan yang baru, begitu seterusnya. Pilihanlah yang menjadikan kita memilih pertemuan lama dengan kejutan-kejutan baru setiap harinya. Akan terus berlanjut jika kita kuat menghadapi segala kebosanan, pertikaian, dan godaan pertemuan baru.  Lalu berapa banyak pertemuan yang singgah di hatimu? Sudahkah kau ingin berlabuh pada satu dermaga? Atau masihkah dirimu menanti pertemuan...

Datang -atau pulang

Hari ini aku datang -atau entah pulang. Rasa yang tak bisa dituliskan. Dan ada hadiah yang indah, bunga-bunga flamboyan bermekaran. Merah merona menghias jalanan beraspal. Melihatmu setelah 12 purnama berlalu ternyata tak mengubah hati ini sama sekali. Aku tetap menyukaimu. Dulu, jika dirimu masih ingat, aku berangkat diiringi musim semi mu. Ah, prosaku sekarang kurang syahdu, mungkin karena hati ini telah membatu. Gerombolan mahkotamu membuat semarak, menghibur langit yang biru saat pagar jalan membisu. Tenanglah, aku masih padamu, mengagumi tiap kelopak yang indah. Tetaplah bersamaku, melewati sisa usia bumi yang kesepian. Dan aku ingin pergi jauh sekali, sendiri.