Ku kabarkan padamu bahwa enam purnama telah berlalu
Menyisakan kisahnya yang haru dan sendu
Menjadikanku setegar batang berkayu
Mungkin aku yang terlalu lemah
atau badai ini yang terlalu kuat menghantamku
menggerogotiku seperti korosi
tapi aku bukan besi
aku masih tetap menjadi api
Ingin ku tanyakan padamu
Bagaimana cara menenangkan hatiku
tapi ternyata kau bisu
telingamu tuli
karena sejatinya, kehadiranmu sepi
lalu aku menyadari jika aku hanyalah sendiri..
ku kabarkan padamu lewat angin yang berlalu
bahwa hatiku masih sekeras batu
bahwa aku akan menikmati ini
seperti purnama yang sinarnya terpantul di riak lautan
seperti lumba-lumba yang mengarungi teluk
seperti itulah sayang,
seperti itulah seharusnya kehidupan..
Menyisakan kisahnya yang haru dan sendu
Menjadikanku setegar batang berkayu
Mungkin aku yang terlalu lemah
atau badai ini yang terlalu kuat menghantamku
menggerogotiku seperti korosi
tapi aku bukan besi
aku masih tetap menjadi api
Ingin ku tanyakan padamu
Bagaimana cara menenangkan hatiku
tapi ternyata kau bisu
telingamu tuli
karena sejatinya, kehadiranmu sepi
lalu aku menyadari jika aku hanyalah sendiri..
ku kabarkan padamu lewat angin yang berlalu
bahwa hatiku masih sekeras batu
bahwa aku akan menikmati ini
seperti purnama yang sinarnya terpantul di riak lautan
seperti lumba-lumba yang mengarungi teluk
seperti itulah sayang,
seperti itulah seharusnya kehidupan..
Comments
Post a Comment