Di sini, nun jauh di teluk sepi
Tak ku temu cabang-cabang tinggi pohon flamboyan
Sisa-sisa mahkota merahnya pun tak tampak
Lalu bagaimana aku tau musim hujan akan datang, sedang aku tak tau kapan flamboyan berkembang
Yang ku lihat hanyalah deretan pohon nyiur, berjajar rapi, bersama bakau-bakau
Ku temu pohon bidari
Berbuah kuning, berbunga kuning, berasa asam, seperti perjalanan ini
Setiap hari dapat ku pandang laut
Setiap saat dapat ku lihat cakrawala
Tapi sejauh aku mencari tak ku temu polong hitam flamboyan,
yang menggantung dengan enggan
Sudah jauh-jauh aku pergi,
jauh ke dalam negeri,
laut pun terasa berbeda karena hanya berteman kesunyian
Hamparan samudra memang berwarna tosca,
menyejukkan mata
tak sampai ke hati
karena ku kayuh sampan ini sendiri...
*catatan di bulan februari
Comments
Post a Comment