Siang ini hujan turun mengusik matahari, mengusir kehangatan. Bukan hujan yang membuatku kedinginan, bukan pula angin yang membuatku menggigil. Tapi kenyataan ini, dilema ini, yang terus menerus menggerus hati nurani. Hujan masih turun, semakin deras malah. Tanah yang tadinya basah kini berlumpur, menodai sendal dan sepatu.
Dan aku menyadari bahwa semua ini tidak akan abadi, lalu mengapa terus berkelahi?
Riak kubangan menghantam kerikil jalan, menggoyahkan pantulan matahari yang telah kembali. Wangi tanah basah memudar perlahan, meninggalkan kehampaan.
Mungkin sebentar lagi akan muncul pelangi atau paling tidak hujan telah berhenti, meski telah ku genggam payung ini di tangan kiri.
Jadi, tetaplah berjalan. Ku tunggu kau dipersimpangan..
Comments
Post a Comment