Berpendar keemasan di tengah guratan hitam
Beriak pelan seolah mengejar sang bulan
Menapaki malam
Melihatmu dan purnama yang syahdu membuatku tak ingin gelap cepat berlalu
Melukismu garis demi garis diingatanku, karena aku terduduk bersama sunyi
Hanya bisa membagi ini dengan papan-papan kayu yang bisu
dengan gemintang
tapi, keindahan selalu sebentar
Entah kau yang mulai pudar atau aku yang pergi menghindar
Lalu biarkan aku berjalan padamu
menuju satelit bumi yang sendiri
dalam mimpi
dalam imajinasi
...
Comments
Post a Comment