Kau tau kode? Biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan. Tapi, kode-kode jaman sekarang semakin aneh cara penyampaiannya. Meski aku pernah ikut Pramuka dan belajar beberapa kode pesan -atau sandi-, aku tetap tidak bisa mencerna kode masa kini. Jika orang bilang cowok itu tidak peka maka mungkin aku bisa dikategorikan ke dalamnya. Masalahnya kode-kode itu disebar di segala tempat seperti jala nelayan yang dilemparkan ke lautan, nelayan itu menulis besar-besar di jalannya 'Ikan Tuna', tapi mana tau ikan gabus tulisan itu, mana paham si ubur-ubur, selagi mereka berenang dan kurang gesit tertangkaplah semuanya. Dan lagi, dikiranya ikan tuna bisa membaca? Ah nelayan ini kadang suka bercanda.
Lalu aku berpikir, jangan-jangan tulisanku ini termasuk kode masa kini. Yah kan, gagal paham. Aku gagal paham dunia perkodean. Hal ini lebih rumit dari masalah reklamasi pantai. Lebih susah dari masalah menentukan jadwal motor len siapa esok hari. Sebenarnya, sejak kapan kode-kode ini merajalela, menyebar luas hingga pelosok dunia maya. Rasanya dahulu kala baik-baik saja.
Kemajuan jaman menjadi salah satu alasan kode-kode ini bermetamorfora lalu seakan menjadi kebutuhan untuk menyalurkan rasa yang terpendam. Ya syukur kalau kodenya tepat sasaran, lha kalau ngambang kayak kayu kopong di lautan?
Oh ya, sekali lagi tulisan ini bukan kode, hanya mengajak sedikit realistis. Bye!!
Comments
Post a Comment